ujarnya menjelaskan persoalan yang kerap ditemui.
Karena itulah, Presiden Prabowo Subianto kemudian memberi tugas khusus kepada Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional, untuk mendorong percepatan digitalisasi ini. Langkah awalnya adalah pilot project di Kabupaten Banyuwangi, yang dianggap sebagai momentum penting.
Program yang melibatkan banyak kementerian ini, termasuk Ditjen Dukcapil Kemendagri, ternyata menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Tito memaparkan, Dukcapil saat ini sudah mendata 99 persen penduduk Indonesia dengan data biometrik lengkap sidik jari, iris mata, dan wajah. Fitur ini krusial untuk mencegah duplikasi data penerima bantuan.
Nah, data dari Dukcapil inilah yang kemudian menjadi fondasi untuk menyusun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bappenas yang mengoordinir, dengan melibatkan BPS.
“Nah kemudian data-data DTSEN ini sudah dimanfaatkan, diterapkan, untuk program bantuan sosial dilakukan dengan cara digitalisasi dengan maksud agar bisa efektif, tepat sasaran, dan juga bisa efisien,”
tandas Tito menutup penjelasannya. Harapannya, langkah ini bisa menjawab persoalan lama dan membuat bantuan pemerintah benar-benar menyentuh.
Artikel Terkait
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Dominasi Kopassus Menonjol
Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Buka Blokade Iran di Selat Hormuz
Ladang Minyak Strategis Abu Dhabi Terbakar Usai Serangan Drone
Jasaraharja Serahkan Ambulans Listrik untuk Dukung Keselamatan Wisatawan TMII