Rencana awal sebenarnya mau lewat laut juga. Tapi, begitu jalur darat dinyatakan bisa dilalui, keputusan pun diambil. Kemenos memilih memaksimalkan distribusi lewat darat. Pertimbangannya sederhana: lebih efektif dari segi waktu.
Bantuan yang dikirim sendiri cukup beragam, mencakup kebutuhan paling mendasar. Mulai dari beras, pakaian, hingga family kit dan kidswear. Juga ada selimut, kasur, genset, tenda, kompor, plus berbagai perlengkapan penting lain.
Kabarnya, bantuan dari kedua jalur itu kini sudah tiba di Aceh Tamiang. Proses distribusi ke warga pun segera dilakukan dengan koordinasi intensif bersama BNPB.
Kalau dirinci, bantuan jalur darat isinya banyak banget, mencapai 106 jenis. Di dalamnya ada beras, aneka kebutuhan pokok, sandang anak, kasur, selimut, sampai genset dan kompor. Makanan cepat saji juga tak terlupakan.
Sedangkan yang lewat udara, meski jenisnya lebih sedikit sekitar 10 macam, tetap menyasar kebutuhan mendesak. Isinya antara lain makanan siap saji, lauk pauk instan, pakaian untuk anak dan dewasa, family kit, selimut, mie instan, serta tentu saja beras.
Artikel Terkait
Petugas Pengadilan Negeri Jakpus Main Game Saat Jam Kerja, Pihak Pengadilan Lakukan Penelusuran
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan