Hong Kong akhirnya bergerak. Pemerintah setempat baru saja mengumumkan pembentukan komite independen. Tujuannya jelas: mengusut tuntas kebakaran apartemen mengerikan yang merenggut ratusan nyawa. Tak cuma penyebab api, masalah perawatan gedung yang mungkin jadi pemicu juga bakal dibongkar.
Menurut sejumlah saksi, kobaran api itu menyebar dengan cepat sekali. Korban jiwa terus berjatuhan. Hingga Rabu (3/12/2025), angka kematian resmi yang tercatat sudah mencapai 151 orang. Sebuah angka yang sungguh memilukan.
Di sisi lain, ada kabar buruk yang beredar. Isu tentang pengawasan renovasi apartemen yang disebut-sebut amburadul diduga ikut memperparah situasi. Aparat pun berjanji akan menyelidiki hal ini sampai tuntas. Mereka tak mau ada celah yang terlewat.
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee, tampil dengan wajah serius dalam konferensi pers Selasa (2/12) waktu setempat.
"Saya akan membentuk komite independen yang dipimpin seorang hakim," ujarnya tegas.
Ia menambahkan, penyelidikan akan fokus pada akar masalah dan alasan di balik penyebaran api yang begitu cepat. "Ini demi satu hal: mencegah tragedi seperti ini terulang lagi di masa depan," tutur Lee.
Artikel Terkait
Menhub Pastikan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Dipercepat
Empat Tewas dalam Tabrakan Kereta Api Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur, Menhub Turun Langsung
Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Kereta Purwojaya Tertahan Lebih Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan di Bekasi Timur