Hari kesembilan Operasi Zebra 2025 menunjukkan ritme yang stabil. Di tingkat nasional, penindakan pelanggaran lalu lintas sudah mencapai angka 827.818 perkara. Konsistensi ini, menurut jajaran kepolisian, menjadi bukti kematangan operasi dan kedisiplinan di lapangan.
Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas Polri, tak menyembunyikan rasa puasnya. Baginya, data hari kesembilan ini memberikan gambaran yang kuat tentang kemampuan organisasi menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan.
Di sisi lain, penindakan pada H9 ini masih didominasi oleh pendekatan yang unik: perpaduan antara teknologi dan humanis. ETLE statis mencatat 65.880 perkara, sementara ETLE mobile menyumbang 59.161 perkara. Namun, angka yang paling mencolok justru datang dari sisi edukasi. Teguran langsung di lapangan menjadi komponen terbesar, dengan jumlah yang masif: 691.485 kegiatan. Ini menunjukkan bahwa interaksi edukatif masih menjadi tulang punggung operasi.
Agus juga menekankan pentingnya dokumentasi dan kualitas data ETLE yang harus terus dijaga.
Sementara itu, di ranah pencegahan, kegiatan pembinaan masyarakat digencarkan. Angkanya mencapai 243.751 kegiatan. Interaksi ini menyentuh berbagai kelompok strategis, mulai dari 90.257 kunjungan ke komunitas hingga 82.440 sosialisasi di sekolah dan kampus. Tak ketinggalan, edukasi visual juga diperluas dengan penyebaran media keselamatan yang mencapai hampir 1,9 juta kegiatan.
Artikel Terkait
Warga Gugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten ke PN Soal Jalan Rusak
Kemendikdasmen Revitalisasi 389 SMK dan Salurkan Ribuan Papan Digital di Kawasan Timur
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar
DPR Desak Pemerintah Buka Data Komitmen Impor Beras dari AS