Operasi Zebra 2025 Bukukan 827 Ribu Pelanggar, Teguran Langsung Jadi Andalan

- Rabu, 26 November 2025 | 11:45 WIB
Operasi Zebra 2025 Bukukan 827 Ribu Pelanggar, Teguran Langsung Jadi Andalan
Operasi Zebra 2025

Hari kesembilan Operasi Zebra 2025 menunjukkan ritme yang stabil. Di tingkat nasional, penindakan pelanggaran lalu lintas sudah mencapai angka 827.818 perkara. Konsistensi ini, menurut jajaran kepolisian, menjadi bukti kematangan operasi dan kedisiplinan di lapangan.

Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas Polri, tak menyembunyikan rasa puasnya. Baginya, data hari kesembilan ini memberikan gambaran yang kuat tentang kemampuan organisasi menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan.

"Setiap data hari kesembilan memberi gambaran kuat tentang kemampuan organisasi menjaga konsistensi dan kualitas pelaksanaan di lapangan," ujar Irjen Agus kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Di sisi lain, penindakan pada H9 ini masih didominasi oleh pendekatan yang unik: perpaduan antara teknologi dan humanis. ETLE statis mencatat 65.880 perkara, sementara ETLE mobile menyumbang 59.161 perkara. Namun, angka yang paling mencolok justru datang dari sisi edukasi. Teguran langsung di lapangan menjadi komponen terbesar, dengan jumlah yang masif: 691.485 kegiatan. Ini menunjukkan bahwa interaksi edukatif masih menjadi tulang punggung operasi.

Agus juga menekankan pentingnya dokumentasi dan kualitas data ETLE yang harus terus dijaga.

"Penegakan hukum harus akuntabel, objektif, dan tetap menjaga etika pelayanan publik," tegasnya.

Sementara itu, di ranah pencegahan, kegiatan pembinaan masyarakat digencarkan. Angkanya mencapai 243.751 kegiatan. Interaksi ini menyentuh berbagai kelompok strategis, mulai dari 90.257 kunjungan ke komunitas hingga 82.440 sosialisasi di sekolah dan kampus. Tak ketinggalan, edukasi visual juga diperluas dengan penyebaran media keselamatan yang mencapai hampir 1,9 juta kegiatan.

"Pembinaan yang konsisten akan membangun pemahaman publik mengenai pentingnya keselamatan," ujar mantan Wakapolda Jateng ini.

Nah, yang cukup menarik adalah lonjakan drastis pada kegiatan preventif. Jumlahnya melesat menjadi 1.838.839 kegiatan di seluruh Indonesia. Turjawali mendominasi dengan 1.149.906 kegiatan, diikuti oleh pengecekan kendaraan umum (ramp check) sebanyak 47.707 kali. Pengecekan di sekolah, kampus, dan perusahaan juga signifikan, mencapai 78.713 kegiatan. Data ini seolah mengonfirmasi bahwa peran instansi pendidikan dan sektor usaha dalam mendukung keselamatan jalan semakin kuat.

"Pencegahan adalah upaya yang memberi dampak langsung pada turunnya risiko pelanggaran dan kecelakaan," kata Irjen Agus.

Operasi malam hari juga tak kalah sibuk. Penertiban balap liar pada H9 mencapai 927 kegiatan, sebuah angka yang menunjukkan intensitas yang tinggi. Korlantas sendiri meminta jajarannya untuk waspada dan responsif terhadap pergerakan pelaku, termasuk dengan memperbarui daftar titik rawan kecelakaan.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga tampak nyata. Kegiatan perlindungan pejalan kaki, seperti pengamanan zona sekolah dan area pasar, tercatat 2.879 kegiatan.

Menutup laporannya, Irjen Agus meminta seluruh jajaran untuk memastikan langkah-langkah operasi dijalankan dengan disiplin dan berkelanjutan. Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dengan mematuhi aturan.

"Korlantas Polri siap menjaga profesionalitas hingga akhir pelaksanaan operasi," ucapnya, menyampaikan apresiasi untuk dedikasi seluruh jajaran.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar