Senjata inilah yang dipakai FG untuk menakut-nakuti korbannya. Bahkan, tak cuma untuk ancaman, dia juga memukul leher dan kepala NG dengan benda keras itu sebelum memaksanya membuka pakaian. Sungguh tindakan yang tak bisa dimaafkan.
Di sisi lain, terungkap pula bahwa pelaku berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan kejahatan itu. Jauhari menambahkan, "Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Dia menyatakan melakukan aksi tersebut saat berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu yang dikonsumsinya sehari sebelum kejadian."
Buktinya pun nyata. Polisi menyita sabu dari dompet FG, dan hasil tes urinenya pun positif narkoba.
FG akhirnya ditangkap pada Minggu dini hari, tanggal 23 November. Lokasinya di sebuah kamar kontrakan di Cilodong, Depok. Saat ditangkap, pelaku sedang beristirahat bersama keluarganya. Kini, dia dan seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk proses hukum lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pengendara Vellfire Aniaya Petugas SPBU Cipinang Gara-gara Ditolak Isi Pertalite
Antusias Warga Padati Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta
Menteri Agus Sidak Lapas Ciangir, Tinjau Lahan Pertanian Pasca Banjir
Wamen Bima Arya: Ekosistem Inovasi Daerah Kunci Hindari Middle Income Trap