Namun begitu, penjelasan itu tampaknya tidak cukup meyakinkan Beijing. Dalam konferensi pers rutin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning tak ragu menyuarakan kecaman.
“Kekuatan sayap kanan di Jepang ... membawa Jepang dan kawasan menuju bencana,” katanya dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa Beijing bertekad dan mampu menjaga kedaulatan teritorial nasionalnya.
Mao juga secara khusus menyoroti bahaya penempatan rudal di Yonaguni sebuah pulau berpenghuni yang menjadi titik terbarat Jepang. Menurutnya, langkah tersebut sangat berbahaya dan semestinya menimbulkan kekhawatiran serius di antara negara tetangga dan komunitas internasional. Situasinya semakin rumit, dan kedua pihak seperti tak mau mengalah.
Artikel Terkait
Trump Bebaskan Dua Kru Rusia, Moskow Ucapkan Terima Kasih
Polisi dan Istri Menyamar, Gagalkan Aborsi di Klinik Puncak
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa