Namun begitu, penjelasan itu tampaknya tidak cukup meyakinkan Beijing. Dalam konferensi pers rutin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning tak ragu menyuarakan kecaman.
“Kekuatan sayap kanan di Jepang ... membawa Jepang dan kawasan menuju bencana,” katanya dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa Beijing bertekad dan mampu menjaga kedaulatan teritorial nasionalnya.
Mao juga secara khusus menyoroti bahaya penempatan rudal di Yonaguni sebuah pulau berpenghuni yang menjadi titik terbarat Jepang. Menurutnya, langkah tersebut sangat berbahaya dan semestinya menimbulkan kekhawatiran serius di antara negara tetangga dan komunitas internasional. Situasinya semakin rumit, dan kedua pihak seperti tak mau mengalah.
Artikel Terkait
Sudinsos Jakarta Barat Buru Wanita yang Kerap Tak Bayar Makanan dan Ojol
Warga Belanda Hadapi Dakwaan Produksi Ganja Hidroponik di Denpasar
Polda Aceh Kawal Pembangunan Huntap dan Jembatan Pascabencana
Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, KPK Absen dengan Alasan Tim Sibuk