Siang itu, suasana Pasar Loak Jatinegara di Jakarta Timur benar-benar berbeda. Bukan seperti hari Minggu biasanya. Keramaiannya luar biasa, dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Barang-barang lawas berjejer di sana-sini. Mulai dari radio kaset yang mengingatkan pada era 80-an, televisi hitam putih yang masih kokoh, hingga mainan gimbot dan uang-uang kertas keluaran tahun 1990-an. Semuanya punya cerita sendiri-sendiri.
Tak cuma itu, mata juga dimanjakan dengan guci antik, patung tembaga yang berkarat, pemotong kertas model jadul, dan berbagai jenis pisau. Barang-barang ini seolah menjadi magnet bagi mereka yang rindu akan nostalgia atau sekadar penasaran.
Di tengah keriuhan, seorang remaja bernama Naya (17) terlihat sedang asyik menjelajahi setiap lapak. Dia datang jauh-jauh dari Bogor, ditemani sang ibu.
"Ini pertama kali ke sini, gara-gara FYP di TikTok, lewat terus," ujarnya sambil tertawa kecil. "Di Bogor kayaknya nggak ada ya," tambahnya.
Rupanya, konten viral di platform media sosial itulah yang memicu gelombang kunjungan. TikTok, dengan algoritma FYP-nya, berhasil membawa pasar tradisional ini ke layar ponsel banyak orang, mengubahnya menjadi destinasi yang ramai dikunjungi.
Artikel Terkait
Masjid di Tepi Barat Dibakar, Slogan Rasis Dicorat-coret Pemukim Israel
Gaikindo Gelar Pameran Kendaraan Komersial Terbesar GIICOMVEC 2026 di Jakarta
Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun untuk Lebih dari Satu Juta Mahasiswa
Warga Gunung Anyar Harapan Keluhkan Akses Kumuh Jelang Lebaran