"Kalau hujan lagi, dampaknya bisa lebih parah. Baik untuk bangunan yang kebanjiran di Kampung Lamping, maupun untuk ancaman longsor susulan di Kampung Citiis. Butuh tindakan lanjutan," tegasnya.
Untuk sementara, pohon yang tumbang sudah berhasil dievakuasi. Namun, tembok yang runtuh akibat tanah longsor masih belum diperbaiki. Kondisinya masih mengkhawatirkan.
Sementara itu, di lokasi lain yaitu Desa Tugu Jaya, bencana juga tak kalah hebat. Tembok penahan tanah sepanjang lima meter ambruk. Satu unit rumah juga ikut roboh. Penyebabnya kombinasi antara hujan deras dan kontur tanah yang memang sudah labil.
"Di Kampung Benteng, kondisi tanahnya labil. Ditambah hujan, ya akhirnya tembok penahan tanahnya longsor," kata Adam.
Tak hanya itu. Di lokasi yang sama, satu rumah ambruk diterpa angin kencang. Konstruksinya yang tidak kokoh membuatnya tak mampu bertahan.
"Rumah itu rusak berat. Atapnya, dinding dapur, dan kamar hancur. Sudah tidak layak huni sama sekali," imbuhnya. Satu keluarga yang tinggal di rumah tersebut terpaksa diungsikan karena tempat tinggal mereka sudah tidak bisa ditinggali lagi.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Penusukan di Kemang Diringkus di Surabaya Saat Hendak Kabur
Jadwal Imsakiyah Digital 2026 Sudah Rilis, Ini Cara Mengeceknya
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Restui Usulan Relaksasi
Taksi Listrik Ngamuk, Hancurkan Restoran Ayam Goreng di Tangerang