Tingkat Pengangguran Jakarta Menyusut, Job Fair dan Inklusi Disabilitas Jadi Andalan

- Minggu, 23 November 2025 | 09:00 WIB
Tingkat Pengangguran Jakarta Menyusut, Job Fair dan Inklusi Disabilitas Jadi Andalan
Berita Ketenagakerjaan Jakarta

Angka pengangguran di Jakarta ternyata menunjukkan tren yang menggembirakan. Per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di ibu kota berhasil ditekan hingga ke level 6,05%. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri, meski tetap perlu dikritisi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa penurunan ini tak lepas dari serangkaian bursa kerja atau job fair yang digelar secara konsisten. "Kami sudah menyelenggarakan job fair sebanyak 14 kali berturut-turut," jelasnya dalam Konferensi Pers APBD 2025 di Balai Kota, Jumat (21/11).

Yang menarik, upaya ini tak hanya menyasar pencari kerja umum. Pemerintah provinsi juga membuka peluang khusus bagi para penyandang disabilitas. Menurut Pramono, langkah ini diambil untuk menciptakan iklim kerja yang lebih inklusif dan setara.

"Alhamdulillah, kami bahkan berhasil merekrut sekitar 150 pekerja disabilitas," tambahnya dengan nada optimis. "Salah satu yang cukup viral adalah Zidan, yang sekarang bekerja di Transjakarta."

Namun begitu, di sisi lain, muncul suara yang mengingatkan agar capaian ini tak hanya sekadar angka di atas kertas. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Chaniago, menyatakan apresiasinya namun juga menekankan perlunya pembuktian lebih lanjut.

"Kalau benar, ya alhamdulillah. Tapi kita juga perlu tahu di mana saja mereka bekerja. Jangan sampai ini cuma klaim semata," ujar Irma kepada para wartawan pada Minggu (23/11).

Ia juga menyoroti peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, program tersebut telah berkontribusi cukup signifikan. Apalagi jika ditambah dengan hasil job fair, tentu bisa meredam efek pemutusan hubungan kerja yang belakangan marak terjadi.

Sementara itu, dari kubu yang berbeda, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris justru memuji langkah Pemprov DKI. Baginya, apa yang dilakukan Jakarta patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

"Pelaksanaan job fair secara rutin, termasuk untuk penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen terhadap inklusi dan perluasan akses kerja yang patut dicontoh," tegas Charles.

Ia yakin, dengan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif, daerah lain pun berpeluang menekan angka pengangguran secara signifikan. Terlebih di tengah kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan seperti sekarang.

Charles tak lupa mengapresiasi langkah konkret Gubernur Pramono Anung. "Kami di Komisi IX DPR RI tentu siap mendukung penguatan program ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," janjinya.

Dukungan itu akan diwujudkan melalui kebijakan dan anggaran yang benar-benar berpihak pada penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar