Heboh di media sosial soal seekor harimau di Taman Margasatwa Ragunan yang tampak kurus. Isunya, pakan si raja hutan itu dibawa pulang pegawai. Tapi, pengelola Ragunan angkat bicara. Mereka bilang video yang beredar itu sebenarnya konten lama dari tahun 2022.
Staf Pelayanan Pengunjung dan Informasi TM Ragunan, Al Fatah, dengan tegas membantah klaim tersebut. "Pernyataan itu tidak berdasar dan tidak ada buktinya," katanya saat ditemui di lokasi pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut Fatah, video yang kini viral itu adalah kejadian lama. "Jadi video viral itu tahun 2022 kalau enggak salah. Satwa di sini betul, tapi itu (video) tahun 2022. Tapi terus dikomen baru dan naik (viral) kemarin," ujarnya menjelaskan situasi yang sebenarnya.
Di sisi lain, Fatah mengungkapkan bahwa warganet yang menyebarkan isu tersebut sudah meminta maaf kepada pihak TM Ragunan. Soal kondisi satwa, dia memastikan seluruh harimau, baik 10 Harimau Benggala maupun 18 Harimau Sumatera yang ada di sana, dalam keadaan sehat-sehat saja.
"Semuanya sehat," tegasnya. "Mungkin kalau melihat dia satwanya kurus, langsung aja ke petugas, cari mungkin pengelolanya, datang ke kantor pengelola atau cari perawat satwanya di situ. Biasanya pasti bertugas, nanti 'kok kurus ini?' nanti dijelaskan."
Untuk menilai kondisi fisik satwa, pihak Ragunan menggunakan sistem Body Condition Score (BCS) dengan lima indikator.
Skalanya mulai dari 1 (Sangat kurus), 2 (Kurus), 3 (Sedang), 4 (Gemuk), hingga 5 (Sangat Gemuk).
Artikel Terkait
Program Beasiswa S1 Guru 2026: Pengalaman Mengajar Dikonversi Jadi SKS
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Lanjutan untuk Pemulihan Aceh
KPK Amankan Delapan Orang di Kantor Pajak Jakut Terkait Dugaan Suap Pengurangan Pajak
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Pegawai dan Wajib Pajak Diamankan