"Karena ada indeksnya gitu, dari 1 sampai 5," jelas Fatah. "Jadi kalau satwa yang viral ini, Sri Deli ini, itu dinilai angka 3 menuju 4. Itu sudah tidak kurus tapi menuju gemuk malah, seperti itu."
Soal pakan, harimau-harimau di Ragunan dapat jatah yang cukup setiap harinya. Sekitar 5 sampai 10 kilogram daging. "Untuk pakan itu satu hari itu biasa satu kali. Langsung dia sekitar 5, 6, sampai 10 kilo tergantung dari berat badan tadi," terangnya.
Fatah juga membandingkan dengan kondisi di alam liar. "Padahal sebetulnya kalau di alam liar itu mungkin makannya mereka dua minggu sekali, tergantung dapat satwanya kan. Tapi memang sekali makan satu ekor."
Tak hanya pakan, perawatan satwa juga dilakukan secara rutin. Setiap bulan ada pengecekan kondisi, dan setiap tahun dilakukan medical check up lengkap. "Ada juga libur satwa setiap hari Senin. Kita juga ada tim kesehatan satwanya. Kita punya dokter hewan, terus perawat satwa atau tim paramedik satwa untuk memantau kondisi satwa," imbuhnya.
Tim detikcom sendiri telah mendatangi TM Ragunan untuk melihat langsung kondisi para harimau. Hasilnya? Tak terlihat satupun harimau yang lemas seperti dalam video viral itu.
Harimau Sri Deli, yang menjadi pusat perhatian, justru tampak sehat dan sedang beristirahat tenang di kandangnya. Harimau di kandang sebelahnya bahkan terlihat lebih gemuk dan sedang duduk santai menikmati hari.
Artikel Terkait
Program Beasiswa S1 Guru 2026: Pengalaman Mengajar Dikonversi Jadi SKS
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Lanjutan untuk Pemulihan Aceh
KPK Amankan Delapan Orang di Kantor Pajak Jakut Terkait Dugaan Suap Pengurangan Pajak
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Pegawai dan Wajib Pajak Diamankan