"Paku itu ada paku baja, dan paku seng, yang ada payungnya, seperti itu, yang ada berserak di dalam masjid," tambah Henik.
Nah, untuk sumber tenaga, pelaku menggunakan empat baterai plus alat pemicu. Tapi ada yang menarik: remote untuk mengendalikan ledakan itu sendiri tidak ditemukan di dalam masjid. Sepertinya dia membawanya pergi.
Henik kemudian melengkapi penjelasannya, "Kemudian casing-nya itu jeriken plastik 1 liter, dan kemudian shrapnel-nya paku."
Jadi, bisa dibayangkan betapa berbahayanya alat yang disusun ABH ini. Semuanya dirancang untuk efek maksimal, meski akhirnya bisa diungkap polisi.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE untuk Pantau Arus Lalu Lintas di Exit Tol Cibiru-Cileunyi
Polda Metro Jaya Bantah Pelaku Penganiayaan di SPBU Cipinang Anggota Polisi
Kemensos-Kemenkop Dorong 18 Juta Penerima Bansos Masuk Koperasi Desa
Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia