Status Awas Semeru Bertahan, Gempa Letusan Tembus 157 Kali

- Sabtu, 22 November 2025 | 03:10 WIB
Status Awas Semeru Bertahan, Gempa Letusan Tembus 157 Kali
Update Gunung Semeru

Sudah tiga hari berlalu sejak letusan terakhir, tapi Gunung Semeru ternyata belum benar-benar reda. Aktivitas vulkaniknya masih terpantau cukup aktif. Dini hari tadi, misalnya, gunung ini kembali mengeluarkan asap setinggi satu kilometer dari puncaknya.

Menurut keterangan resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM yang dilansir Antara pada Sabtu (22/11/2025), visual gunung pada malam itu sempat jelas sebelum akhirnya kabut turun menutupi pemandangan. Asap putih pekat itu membubung tinggi sekitar pukul 00.10 WIB.

Cuaca di sekitar Semeru sendiri bervariasi. Mulai dari cerah sampai hujan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan selatan, sementara suhu udaranya sejuk, berkisar antara 21 hingga 24 derajat Celsius.

Yang bikin waspada, aktivitas kegempaannya cukup signifikan. Tercatat ada 157 kali gempa letusan dengan durasi yang bervariasi, dari yang pendek sampai yang hampir tiga menit. Belum lagi puluhan gempa guguran dan hembusan yang ikut menyertai.

Badan Geologi pun kembali mengingatkan. Masyarakat diminta untuk sama sekali tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 20 km dari puncak. Di luar zona itu pun, bahaya belum tentu hilang.

“Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi awan panas dan lahar masih dapat terjadi,” begitu bunyi peringatan tersebut.

Selain itu, kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat ancaman awan panas guguran, aliran lava, dan lahar masih mengintai. Terutama di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

Seperti kita ketahui, Semeru meletus pada Rabu (19/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak saat itu, statusnya langsung dinaikkan ke level IV atau Awas. Situasinya masih perlu terus dipantau.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar