“Untuk penanganan banjir Waled diperlukan normalisasi Sungai Ciberes sepanjang 8 km,” tegas Dwi.
Soal lambatnya progres, anggaran menjadi kendala utama. Normalisasi dilakukan bertahap. Tahun lalu, 1,7 km selesai. Tahun ini ditambah 1 km. Rencananya, tahun depan akan ada tambahan 1 km lagi sebagai upaya darurat memperbesar kapasitas sungai.
Selain soal panjangnya sungai yang dinormalisasi, masalah lain adalah tanggul. Masih ada beberapa ruas yang sama sekali belum punya tanggul. Cerdasnya, material galian dari normalisasi itu sendiri kemudian dimanfaatkan untuk membangun tanggul di sisi kanan dan kiri sungai.
Tapi Dwi menekankan satu hal: normalisasi saja tidak cukup.
“Perlu adanya penanganan secara terintegrasi dengan kegiatan konstruksi, agar pengendalian banjir dapat dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
Jadi, selain membersihkan dan memperdalam sungai, perlu ada pembangunan infrastruktur pendukung. Tanpa itu, usaha mengatasi banjir Waled mungkin hanya akan jadi pekerjaan yang belum tuntas.
Artikel Terkait
Jaksa Italia Selidiki Tragedi Bar Swiss yang Tewaskan 40 Orang
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD
Tragedi di Gaza: Drone Israel Tewaskan Empat Anak dalam Serangan ke Tenda Pengungsi
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Istana Angkat Bicara