Menariknya, Brasil tak sendirian. Indonesia juga disebut-sebut akan menyumbang satu miliar dolar. Norwegia bahkan berkomitmen lebih besar: tiga miliar dolar untuk sepuluh tahun ke depan.
Jaringan Global untuk Hutan Tropis
Selain Brasil dan Indonesia, anggota pendiri inisiatif ini mencakup Kolombia, Ghana, Republik Demokratik Kongo, dan Malaysia. Mereka mewakili suara negara-negara pemilik hutan hujan tropis terbesar di dunia.
Mekanisme pengawasannya pun dirancang adil. Dewan pengawas terdiri dari 18 anggota dengan pembagian merata antara negara hutan hujan dan negara donor. Bank Dunia ditunjuk sebagai wali amanat di fase awal.
Hingga 70 negara berkembang berpotensi menikmati manfaat dana ini. Yang menarik, penerima bebas menentukan alokasi dananya. Hanya ada satu syarat: minimal 20 persen harus dialokasikan untuk masyarakat adat dan komunitas tradisional yang hidupnya bergantung langsung pada hutan.
Saat diluncurkan awal November lalu, sudah 53 negara menyatakan dukungan 19 di antaranya calon investor. Sebuah awal yang cukup menggembirakan.
Dengan pendanaan segini besar dan mekanisme yang transparan, harapannya tentu saja deforestasi bisa ditekan. Tapi kita lihat saja nanti eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu