Pembahasan lebih lanjut fokus pada strategi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal. Pemerintah Daerah, yang diwakili oleh Bupati Lilis, mengusulkan untuk mendapatkan daftar menu Dapur MBG untuk satu bulan ke depan. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan logistik dan penyerapan hasil pertanian dari petani Kebumen secara maksimal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kebumen, Teguh Yuliono, menekankan pentingnya informasi menu dini. Dengan mengetahui kebutuhan sayur dan buah untuk minggu depan, misalnya, petani dapat mempersiapkan dan menanam komoditas yang tepat, sehingga menghindari risiko tidak terserapnya hasil panen.
Pemanfaatan Produk Lokal dan Tantangannya
Saat ini, Dapur MBG di Kebumen telah memanfaatkan beberapa buah lokal seperti pisang, kelengkeng, melon, dan pepaya. Namun, untuk kebutuhan sayuran, sebagian besar masih bergantung pada pasokan dari kabupaten lain. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidakpastian penyerapan, yang membuat petani lokal enggan untuk berkomitmen menanam dalam skala besar tanpa jaminan pembelian.
Progress dan Monitoring Dapur Gizi yang Ada
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), dr. Iwan Danardono, melaporkan bahwa saat ini terdapat 117 dapur yang berfungsi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebumen. Dari jumlah tersebut, 92 dapur telah beroperasi dan memenuhi Standar Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS). Pemerintah tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas layanan, termasuk kualitas air dan aspek sanitasi lainnya, tetap terjaga.
Artikel Terkait
Badai Gaza: Hujan Deras Menguak Tragedi Kemanusiaan yang Semakin Parah
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan
Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Lapangan Bola di Jatinangor
Kapolres Sragen Resmikan Jembatan Merah Putih, Langsung Uji Coba dengan Warga