Kebumen Jadi Lokasi Percontohan Dapur Makan Bergizi Gratis Nasional
Kabupaten Kebumen memperoleh kepercayaan tinggi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dengan ditunjuk sebagai salah satu lokasi pilot project atau proyek percontohan untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Penunjukan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung Kebumen untuk mempelopori program strategis penyediaan gizi bagi masyarakat.
Lokasi yang dipilih untuk proyek percontohan ini berada di Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian, Kebumen. Selain Kebumen, hanya dua daerah lain di Indonesia yang mendapatkan kehormatan serupa, yaitu Jambi dan Banjar.
Proses Menuju Operasional Dapur MBG
Menurut Staf BGN, Arif Nur Rakhman, saat ini proses persiapan masih menunggu tahap final serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada BGN. Hal ini merupakan langkah administratif penting sebelum dapur dapat beroperasi penuh.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyatakan sambutan hangat dan dukungan penuh atas dipilihnya Kebumen. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memastikan kesuksesan program ini, yang nantinya akan dikelola langsung oleh BGN dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat, sehingga juga membuka lapangan kerja.
Strategi Optimalisasi Bahan Baku Lokal
Pembahasan lebih lanjut fokus pada strategi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal. Pemerintah Daerah, yang diwakili oleh Bupati Lilis, mengusulkan untuk mendapatkan daftar menu Dapur MBG untuk satu bulan ke depan. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan logistik dan penyerapan hasil pertanian dari petani Kebumen secara maksimal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kebumen, Teguh Yuliono, menekankan pentingnya informasi menu dini. Dengan mengetahui kebutuhan sayur dan buah untuk minggu depan, misalnya, petani dapat mempersiapkan dan menanam komoditas yang tepat, sehingga menghindari risiko tidak terserapnya hasil panen.
Pemanfaatan Produk Lokal dan Tantangannya
Saat ini, Dapur MBG di Kebumen telah memanfaatkan beberapa buah lokal seperti pisang, kelengkeng, melon, dan pepaya. Namun, untuk kebutuhan sayuran, sebagian besar masih bergantung pada pasokan dari kabupaten lain. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidakpastian penyerapan, yang membuat petani lokal enggan untuk berkomitmen menanam dalam skala besar tanpa jaminan pembelian.
Progress dan Monitoring Dapur Gizi yang Ada
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), dr. Iwan Danardono, melaporkan bahwa saat ini terdapat 117 dapur yang berfungsi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebumen. Dari jumlah tersebut, 92 dapur telah beroperasi dan memenuhi Standar Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS). Pemerintah tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas layanan, termasuk kualitas air dan aspek sanitasi lainnya, tetap terjaga.
Artikel Terkait
Tembok SMP di Kalibata Roboh, Diduga Akibat Kelalaian Perawatan
Anggota DPR Desak Pemerintah Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Israel Kerahkan Pasukan Besar di Al-Aqsa, Palestina Sebut Akan Ada Pembatasan Ketat
Imlek 2026 Jatuh 17 Februari, Ini Makna dan Pilihan Ucapan untuk Rekan Kerja