Polisi Siswa: Program Baru Polda Metro Jaya untuk Cegah Tawuran & Bullying

- Senin, 17 November 2025 | 16:45 WIB
Polisi Siswa: Program Baru Polda Metro Jaya untuk Cegah Tawuran & Bullying
Polisi Siswa: Program Baru Polda Metro Jaya untuk Keamanan Sekolah

Polisi Siswa: Inisiatif Baru Polda Metro Jaya untuk Wujudkan Sekolah Aman

Polda Metro Jaya secara resmi meluncurkan sebuah program inovatif bernama Polisi Siswa Keamanan Sekolah. Program yang diresmikan dalam Apel Saka Bhayangkara dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) ini bertujuan melibatkan pelajar secara langsung dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tertib.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menekankan bahwa konsep utama dari program ini adalah 'dari siswa, untuk siswa'. Para siswa yang terpilih sebagai Polisi Siswa akan memiliki tanggung jawab untuk membantu kelancaran aktivitas sekolah, melindungi teman sejawat, serta melaporkan berbagai potensi gangguan yang muncul kepada guru atau pihak sekolah.

Fokus dan Tujuan Strategis Polisi Siswa

Program Polisi Siswa Keamanan Sekolah tidak hanya sekadar simbolis. Polda Metro Jaya menetapkan fokus utama pada pencegahan masalah-masalah krusial di kalangan pelajar. Beberapa fokus tersebut antara lain:

  • Pencegahan tawuran antar pelajar.
  • Penanggulangan penyalahgunaan narkoba.
  • Mengatasi kasus perundungan (bullying) dan kekerasan.
  • Mengawasi potensi gangguan ketertiban lainnya.

Sinergi antara Saka Bhayangkara dan Polisi Siswa ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun budaya disiplin dan rasa aman di tingkat pelajar sejak dini.

Pesan untuk Polisi Siswa dan Masa Depan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Beliau mengajak setiap pelajar untuk menjadi 'polisi bagi diri sendiri', dengan menjaga diri, lingkungan, dan aturan demi menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.

Dengan hadirnya program Polisi Siswa Keamanan Sekolah ini, Polda Metro Jaya berharap dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, bebas dari tawuran, narkoba, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar