Ribuan warga Meksiko dari kalangan Generasi Z membanjiri jalan-jalan utama di berbagai kota. Aksi unjuk rasa besar-besaran ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap eskalasi kekerasan yang memuncak setelah tragedi pembunuhan Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, awal bulan ini.
Bentrokan fisik tak terhindarkan ketika massa demonstran berusaha menerobos kawasan Istana Nasional di Mexico City. Polisi anti-huru hara membubarkan kerumunan dengan gas air mata setelah para pengunjuk rasa merobohkan pagar pengaman di kompleks pemerintahan tersebut.
Data resmi dari Sekretaris Keamanan Publik Mexico City, Pablo Vazquez, mengungkapkan korban cukup signifikan. Sebanyak 100 anggota kepolisian mengalami luka-luka, dengan 40 di antaranya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Sementara dari pihak sipil, tercatat 20 orang terluka dan 20 lainnya ditahan terkait insiden ini.
Gerakan protes tak hanya terkonsentrasi di ibu kota. Gelombang demonstrasi serupa terjadi di berbagai wilayah termasuk Michoacán, negara bagian di wilayah barat Meksiko. Aksi ini dipicu kemarahan publik atas tewasnya Wali Kota Carlos Manzo yang dikenal anti-kejahatan dalam sebuah acara peringatan Day of The Dead.
Artikel Terkait
PKS Buka Opsi Pilkada Lewat DPRD, Tapi Belum Ambil Sikap Final
Kafe di Kherson Luluh Lantak, Rusia Tuding Ukraina Sebagai Dalang
Zohran Mamdani Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York
Tiga Hari Krusial Pencarian Keluarga Spanyol di Laut Komodo