Pemprov DKI Percepat Pengecekan dan Pemasangan Penyangga Pohon Pasca Insiden Tumbang
Jakarta kembali diguncang insiden pohon tumbang yang menimpa kendaraan. Kejadian terbaru ini berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Raya, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menanggapi peristiwa ini, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta mengambil langkah cepat dengan menggencarkan proses pengecekan kesehatan dan stabilitas pohon di seluruh penjuru ibu kota.
Pengecekan dan Pemangkasan Serentak di Lima Wilayah
Kepala Distamhut DKI Jakarta, MURIANETWORK.COM Sauri, mengonfirmasi bahwa proses pengecekan akan difokuskan pada pohon-pohon besar dan berusia tua. Langkah ini akan dijalankan secara menyeluruh di lima wilayah administratif, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Tidak hanya pengecekan, pemangkasan atau penopangan terhadap pohon yang dinilai riskan untuk tumbang juga akan segera dilaksanakan.
Fajar menegaskan bahwa aksi pemangkasan ini akan dilakukan secara serentak di kelima wilayah tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan kegiatan ini secara rutin guna meminimalisir risiko kejadian serupa di masa depan.
Program Peremajaan Pohon dan Pemasangan Penyangga
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Dinas Pertamanan Jakarta juga melakukan program peremajaan pohon. Menyusul insiden tumbangnya pohon palem di kawasan Pondok Indah, pihaknya akan mengganti pohon palem raja dengan pohon tabebuya yang dianggap lebih aman dan indah.
Langkah konkret lainnya adalah program pemasangan penyangga. Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI berencana memasang penyangga pada sekitar 5.000 pohon yang dinilai berisiko tinggi untuk tumbang. Pemasangan akan diprioritaskan pada pohon yang berada di dekat jalan raya dan area dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Pemetaan Intensif dan Target Penyelesaian
Untuk mendukung program ini, Distamhut DKI telah diminta untuk melakukan pemetaan intensif terhadap daerah-daerah rawan pohon tumbang. Pemetaan memanfaatkan data GIS dan survei lapangan, dengan fokus awal pada kawasan padat seperti Pondok Indah, Sudirman-Thamrin, serta koridor-koridor utama lainnya.
Target awal penyelesaian pemasangan penyangga dan pemangkasan adalah dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun, pihak pemprov juga menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses ini pasca insiden terbaru. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga dikabarkan telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang dapat memicu lebih banyak insiden pohon tumbang.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Surabaya Antusias Ikuti Sosialisasi dan Pendaftaran Program Digitalisasi Perlindungan Sosial
Gempa Mindanao Tewaskan 61 Orang, 33 Warga Masih Hilang
KPK Geledah Empat Lokasi di Muara Enim Terkait Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa 2025-2026
Korban Perundungan di Taman Kramat Mulai Pulih, Trauma Psikologis Masih Membayangi