China Protes Keras Penjualan Senjata AS ke Taiwan
Pemerintah China menyampaikan protes keras menyusul persetujuan pemerintah Amerika Serikat mengenai rencana penjualan perlengkapan militer ke Taiwan. Kementerian Luar Negeri China menegaskan penolakan yang sangat kuat terhadap keputusan ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers, menegaskan bahwa langkah Amerika Serikat tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China. Ia menyatakan bahwa China merasa sangat tidak puas dan menentang keras persetujuan penjualan senjata tersebut.
Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengumumkan persetujuan potensial untuk penjualan suku cadang jet tempur dan komponen perbaikan lainnya ke Taiwan, dengan nilai diperkirakan mencapai 330 juta Dolar AS. Menurut Pentagon, suku cadang ini sangat diperlukan untuk menjaga kesiapan operasional armada pesawat tempur dan pesawat militer buatan AS yang dioperasikan oleh Taiwan.
Dalam pernyataannya, Pentagon menambahkan bahwa penjualan yang diusulkan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Taiwan dalam menghadapi berbagai ancaman, baik saat ini maupun di masa depan, dengan memastikan kesiapan armada pesawat seperti F-16 dan C-130.
China secara konsisten mengklaim kedaulatan atas Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, dan menyatakan hak untuk menggunakan segala cara yang diperlukan, termasuk kekuatan militer, untuk menyatukan pulau tersebut. Sebaliknya, pemerintah di Taipei menolak klaim kedaulatan Beijing dan menekankan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Pengumuman rencana penjualan senjata ini terjadi tidak lama setelah pertemuan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, yang difokuskan untuk membahas kesepakatan perdagangan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Analis: Peluang Teddy Indra Wijaya Jadi Cawapres Prabowo 2029 Masih Terbuka
Jadwal Salat dan Imsak DKI Jakarta untuk Selasa, 17 Februari 2026
Sekjen Kemendagri Ingatkan APDESI Fokus pada Kepentingan Warga Desa
Banjir Landa Seluruh Kecamatan di Tapanuli Tengah, Akses Jalan dan Jembatan Terputus