Ne Baruakng Urban 2 Binua Quantum: Pementasan Musik Etnik & Pameran Budaya Dayak di Kalbar 2025

- Kamis, 13 November 2025 | 06:42 WIB
Ne Baruakng Urban 2 Binua Quantum: Pementasan Musik Etnik & Pameran Budaya Dayak di Kalbar 2025
Ne' Baruakng Urban 2: Binua Quantum - Pementasan Musik Etnik di Kalimantan Barat

Ne' Baruakng Urban 2 "Binua Quantum": Kolaborasi Musik Etnik dan Seni Rupa di Kalimantan Barat

Unit Kegiatan Mahasiswa Sarana Pengembangan Seni Mahasiswa Universitas Tanjungpura, yang dikenal sebagai UKM Sarang Semut, akan menggelar pertunjukan spektakuler bertajuk Ne' Baruakng Urban 2 "Binua Quantum". Acara kebudayaan penting ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 20 hingga 22 November 2025.

Pementasan seni ini akan menampilkan kolaborasi istimewa dari 20 seniman terpilih yang berasal dari tujuh kabupaten dan kota berbeda di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Konsep utama yang diusung adalah eksplorasi fenomena budaya yang telah mengalami transformasi dan pergeseran dari tujuan awalnya, serta bagaimana ia bertahan di tengah arus peradaban modern.

Musik Etnik Progresif dan Pelestarian Budaya Dayak Kanayatn

Pentas tunggal musik ini memiliki misi mulia untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisi Kalimantan Barat, dengan fokus khusus pada musik etnik Dayak Kanayatn. Melalui sentuhan musisi Mbah Dinan, aliran musik etnik progresif akan dihadirkan untuk menciptakan pengalaman mendengar yang unik dan kontemporer, namun tetap menjaga akar tradisinya.

Pameran Budaya Motif Dayak dan Melayu Kalimantan Barat

Selain pertunjukan musik, UKM Sarang Semut bersama kelompok Serupa Kalbar juga akan menyelenggarakan sebuah pameran budaya yang mengangkat Motif Dayak dan Melayu Kalimantan Barat. Pameran ini telah dirancang untuk berjalan lebih lama, yaitu selama lima hari penuh dari tanggal 19 sampai 23 November 2025 di lokasi yang sama.

Uniknya, pameran ini tidak hanya berdiri sendiri. Karya seni rupa yang dipajang akan diintegrasikan secara khusus sebagai background atau latar belakang panggung pertunjukan musik. Hal ini memungkinkan penonton untuk menikmati dua jenis pertunjukan seni sekaligus dalam satu waktu: alunan musik etnik progresif dan keindahan visual motif khas Kalbar.

Konsep Swararupa dalam Pertunjukan

Desain pameran dan tata panggung yang mendukung pertunjukan ini mengusung konsep 'swararupa', sebuah ide kreatif yang digagas oleh seniman batik Kalimantan Barat ternama, Deni Farit Yusman dari komunitas Ruang Rupa Pertunjukan Kalbar. Konsep ini menyatukan unsur suara (swara) dan bentuk (rupa) menjadi satu kesatuan pertunjukan yang harmonis.

Tujuan dan Dampak bagi Kemajuan Budaya Daerah

Secara keseluruhan, rangkaian acara yang mencakup pementasan musik, pameran seni rupa, dan presentasi alat musik tradisional Selingut oleh Gigih Al Fajar ini bertujuan untuk memberikan warna dan napas baru dalam perkembangan musik tradisi di Kalimantan Barat. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran seni budaya yang efektif bagi masyarakat luas serta menjadi pendorong utama pemajuan kebudayaan daerah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar