Akar Sejarah Hamas: Dari Lembaga Sosial hingga Perlawanan
Pada dekade 1970-an dan 1980-an, dinamika politik di Palestina mengalami pergeseran signifikan. Otoritas Israel saat itu melihat peluang dalam persaingan yang mulai tampak antara kelompok-kelompok nasionalis sekuler, yang diwakili oleh Fatah dan PLO, dengan kelompok-kelompok Islam yang sedang bangkit.
Merespons kondisi ini, Syaikh Ahmad Yassin, seorang ulama karismatik, mengambil inisiatif strategis. Beliau mendirikan sebuah badan amal yang disebut Islamic Center (Al-Mujamma' Al-Islami) di Gaza. Lembaga ini secara resmi terdaftar dan mendapatkan legalitas dari otoritas Israel, dengan tujuan utama yang dinyatakan adalah untuk membina generasi rabbani melalui pendidikan dan dakwah.
Selama bertahun-tahun, Islamic Center berkembang pesat. Lembaga ini berhasil mencetak kader, mengambil alih pengelolaan banyak masjid, serta mendirikan sekolah dan bahkan perguruan tinggi. Di balik aktivitas sosial dan pendidikannya, gerakan ini juga secara diam-diam mulai mempersenjatai diri. Meskipun ada suara-suara dari dalam tubuh pejabat Israel yang khawatir, kebijakan pembiaran tetap berlanjut karena basis pengikutnya sudah sangat luas, terutama di Jalur Gaza yang dikenal sebagai wilayah yang sulit dikendalikan.
Pada tahun 1984, Syaikh Ahmad Yassin akhirnya ditangkap dengan tuduhan penyelundupan dan kepemilikan senjata ilegal. Dalam interogasinya, dilaporkan bahwa beliau menyatakan senjata-senjata tersebut bukan untuk melawan Israel, tetapi untuk berkonfrontasi dengan rival sekuler mereka, yaitu PLO. Beliau kemudian dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara selama sekitar satu tahun.
Peristiwa penting terjadi tiga tahun kemudian, pada tahun 1987, menyusul insiden dimana sejumlah warga Palestina tewas setelah ditabrak kendaraan militer Israel. Merespons tragedi ini, Syaikh Ahmad Yassin yang secara fisik lumpuh, mendeklarasikan jihad melawan pendudukan Israel. Dari sinilah Gerakan Perlawanan Islam Palestina, yang kita kenal sebagai Hamas, secara resmi lahir.
Kisah awal mula Hamas ini seringkali memicu berbagai analisis. Narasi yang menyatakan bahwa Hamas semata-mata "diciptakan" Israel adalah penyederhanaan yang keliru. Sejarah menunjukkan bahwa gerakan ini lahir dari akar rumput yang dalam, memanfaatkan ruang yang tersedia untuk membangun kekuatan, sebelum akhirnya beralih menjadi gerakan perlawanan bersenjata yang kita kenal sekarang.
Artikel Terkait
APPI Periode 2026-2031 Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Tingkatkan Pendidikan
Bus Wisata Tabrak Truk di Tol Cipali, Sopir Tewas dan 28 Penumpang Luka-luka
Harga Emas Perhiasan Stabil pada Perdagangan Senin, 16 Februari 2026
Ricky Pratama Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penganiayaan