Viral Video Gus Ellham, PBNU Tegaskan Dakwah Harus Jadi Teladan

- Rabu, 12 November 2025 | 22:24 WIB
Viral Video Gus Ellham, PBNU Tegaskan Dakwah Harus Jadi Teladan

PBNU Tegaskan Sikap Soal Video Dakwah Gus Ellham

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, menyatakan penyesalan mendalam terhadap tindakan Mohammad Ellham Yahya Luqman, yang dikenal sebagai Gus Ellham. Hal ini menyusul beredarnya video yang menunjukkan Gus Ellham mencium seorang anak perempuan dalam suatu kesempatan dakwah.

Alissa Wahid menegaskan bahwa tindakan semacam itu dinilai telah mencoreng nilai-nilai luhur dakwah. Menurutnya, dakwah seharusnya diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang dapat menjadi teladan bagi umat.

Lebih lanjut, PBNU mengajak segenap jemaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama untuk secara aktif menciptakan ruang yang aman dan bermartabat bagi semua pihak, khususnya bagi kelompok yang rentan seperti anak-anak, santri, dan perempuan. PBNU secara tegas menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas dalam aktivitas dakwah Islam.

Pernyataan ini menegaskan komitmen organisasi bahwa dakwah haruslah bertujuan untuk menumbuhkan kemuliaan, bukan sebaliknya, merendahkan martabat manusia.

Permohonan Maaf Gus Ellham

Menanggapi viralnya video tersebut, Gus Ellham telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakannya merupakan suatu kekhilafan.

Gus Ellham berkomitmen untuk memperbaiki diri dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Ia juga menyatakan tekadnya untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijaksana, selaras dengan norma agama, etika, budaya bangsa, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Dijelaskannya bahwa video yang viral tersebut adalah rekaman lama yang telah dihapus dari seluruh platform media sosialnya. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak yang terlibat dalam pengajiannya saat itu berada dalam pengawasan langsung orang tua mereka.

Meskipun demikian, Gus Ellham tetap memohon maaf atas kejadian tersebut dan berharap semua pihak dapat memaafkan kekhilafannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar