Donald Trump Resmi Minta Grasi untuk Netanyahu, Ini Alasannya

- Rabu, 12 November 2025 | 20:54 WIB
Donald Trump Resmi Minta Grasi untuk Netanyahu, Ini Alasannya

Donald Trump Minta Grasi untuk Benjamin Netanyahu dalam Kasus Korupsi

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengirim surat kepada Presiden Israel Isaac Herzog untuk meminta grasi bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Permintaan ini terkait dengan proses hukum korupsi yang sedang dihadapi pemimpin Israel tersebut.

Dukungan Trump untuk Netanyahu

Dalam suratnya, Trump menyatakan keyakinannya bahwa tuntutan terhadap Netanyahu merupakan tindakan politik yang tidak berdasar. Mantan presiden AS itu menegaskan bahwa Netanyahu telah menjadi sekutu dekatnya, termasuk dalam menghadapi tantangan dari Iran.

Trump menulis: "Meskipun saya sangat menghormati independensi Sistem Peradilan Israel, saya yakin bahwa 'kasus' terhadap Bibi [Benjamin Netanyahu] ini adalah tuntutan politik yang tidak dapat dibenarkan."

Prosedur Grasi di Israel

Menanggapi permintaan Trump, kantor Presiden Herzog menegaskan bahwa setiap permohonan grasi harus diajukan secara resmi melalui prosedur yang berlaku. Meskipun posisi presiden Israel bersifat seremonial, Herzog memiliki kewenangan untuk memberikan pengampunan dalam keadaan tertentu.

Latar Belakang Kasus Netanyahu

Benjamin Netanyahu menghadapi tiga dakwaan korupsi sejak tahun 2019, termasuk tuduhan menerima hadiah senilai hampir 700.000 shekel dari berbagai pengusaha. Persidangan kasus ini telah berlangsung sejak tahun 2020 tanpa keputusan final hingga saat ini.

Netanyahu secara konsisten menyatakan diri tidak bersalah dan menganggap kasus ini sebagai upaya politik untuk menjatuhkan pemimpin sayap kanan yang terpilih secara demokratis.

Sejarah Dukungan Trump

Ini bukan pertama kalinya Trump menunjukkan dukungan untuk Netanyahu. Pada kunjungannya ke Israel bulan Oktober lalu, Trump secara terbuka meminta grasi untuk Netanyahu dalam pidatonya di depan parlemen Israel di Yerusalem.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar