Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi Lengkap Berdasarkan Rekaman CCTV yang Diungkap Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya berhasil mengungkap detik-detik menegangkan sebelum ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta. Rekaman CCTV yang dianalisis pihak kepolisian memperlihatkan dengan jelas momen pelaku, yang diduga merupakan siswa sekolah tersebut, membawa bom dan berjalan dengan santai memasuki area sekolah.
Pengakuan Dirsiber Polda Metro Jaya Soal Rekaman CCTV
Kombes Pol Roberto Gomgom, selaku Dirsiber Polda Metro Jaya, memberikan penjelasan rinci dalam sebuah konferensi pers. Dari hasil pemeriksaan video, terlihat pelaku atau Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) datang ke sekolah dengan membawa dua buah tas.
Roberto menyampaikan, "Anak yang berkonflik dengan hukum tersebut terlihat memasuki gerbang sekolah SMAN 72 Jakarta dengan mengenakan seragam lengkap. Ia menggendong tas punggung berwarna merah dan membawa tas berwarna biru di tangan kirinya. Pelaku juga memakai sepatu hitam dan berjalan ke arah kiri kamera."
Perjalanan Pelaku di Dalam Area Sekolah
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, polisi menemukan bahwa pelaku juga terekam di beberapa titik lain di dalam lingkungan sekolah. Roberto Gomgom menambahkan, "Pada rekaman kedua, pelaku terlihat melintas di channel A02, yaitu di ruang seni, pada pukul 06.28 waktu setempat. ABH tersebut terlihat menuju koridor ruang kepala sekolah."
Yang lebih mencengangkan, dalam rekaman tersebut pelaku bahkan sempat berpapasan dan terlihat bertegur sapa dengan seorang guru wanita yang diduga mengajar di sekolah itu. Interaksi ini menunjukkan betapa normalnya penampilan pelaku sebelum peristiwa ledakan terjadi.
Status Pelaku dan Motif Ledakan
Saat ini, penyelidikan masih berfokus pada motif di balik aksi pelaku serta asal-usul bahan peledak yang digunakan. Polda Metro Jaya telah menetapkan pelaku sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).
Meskipun statusnya sebagai ABH, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa tindakan ini dilakukan secara individu dan mandiri. Polisi menyatakan bahwa tidak ada indikasi aksi ini terhubung dengan jaringan terorisme manapun.
Data Korban Ledakan SMAN 72
Peristiwa ledakan ini mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit. Sebanyak 96 orang dilaporkan menjadi korban dan harus dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Korban-korban tersebut tersebar di empat lokasi rumah sakit, yaitu RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya.
Polda Metro Jaya terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terdampak.
Artikel Terkait
Partai Gema Bangsa Tawarkan Konsep Anti-Feodalisme Menuju Pemilu 2029
Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Pleno HIPMI 2026, Diikuti 3.000 Peserta
Menko Polhukam Apresiasi Respons Cepat TNI-Polri Tangani Penembakan Pilot di Papua