Kronologi Ledakan SMAN 72 Jakarta Berdasarkan Rekaman CCTV
Kepolisian mengungkapkan rangkaian peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta melalui analisis rekaman CCTV. Berikut detail kronologi kejadian berdasarkan waktu yang terekam:
Pukul 06.28.04 WIB: Kedatangan Pelaku
Terduga pelaku terekam memasuki gerbang sekolah dengan mengenakan seragam lengkap. Pelaku menggendong tas punggung merah dan membawa tas tangan berwarna biru dengan sepatu hitam.
Pukul 06.28.04 WIB: Menuju Area Tertentu
Pelaku terlihat berjalan melalui area ruang seni menuju koridor ruang kepala sekolah. Rekaman menunjukkan botol minuman terselip di tas punggung merah yang dibawanya.
Pukul 06.28.33 WIB: Interaksi dengan Guru
Di koridor ruang kepala sekolah, pelaku berpapasan dan berbincang singkat dengan seorang wanita berjilbab yang diduga merupakan guru di sekolah tersebut.
Pukul 06.28.36 WIB: Persiapan Awal
Pelaku memindahkan tas biru dari tangan kiri ke kanan sambil terus berbincang.
Pukul 11.43.24 WIB: Menuju Masjid
Pelaku terlihat berjalan tanpa alas kaki menuju lorong masjid dengan mengenakan celana dua lapis (hitam dalam, putih luar) sambil tetap menggendong tas merah.
Pukul 11.43.41 WIB: Masuk Masjid
Pelaku memasuki area masjid masih dengan tas punggung berwarna merah.
Pukul 11.44.03 WIB: Memantau Situasi
Terlihat pelaku melakukan pengamatan terhadap kondisi dalam dan luar masjid.
Pukul 11.44.15 WIB: Masuk Kembali
Pelaku kembali memasuki masjid melalui pintu depan.
Pukul 12.02.28 WIB: Perubahan Penampilan
Pelaku sudah berganti pakaian dari seragam menjadi kaus putih. Dalam rekaman terlihat pelaku membawa senjata mainan di tangan kanan dan diduga memegang remote di tangan kiri.
Pukul 12.02.51 WIB: Momen Ledakan
Terjadi ledakan yang menghasilkan cahaya merah dan asap putih dari dalam masjid.
Pukul 12.02.52 WIB: Pelaku Kabur
Setelah ledakan, pelaku langsung berlari menjauh dari lokasi kejadian.
Pukul 12.02.58 - 12.03.51 WIB: Kepanikan Massal
Siswa-siswa berlarian keluar dari masjid dan bahkan ada yang melompati pagar sekolah untuk menyelamatkan diri.
Insiden ledakan ini mengakibatkan 96 orang menjadi korban dan dilarikan ke empat rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan medis.
Artikel Terkait
38 Ribu Peserta BPJS PBI di Makassar Dinonaktifkan untuk Pembenahan Data
Partai Gema Bangsa Tawarkan Konsep Anti-Feodalisme Menuju Pemilu 2029
Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Pleno HIPMI 2026, Diikuti 3.000 Peserta