Ledakan SMAN 72 Jakarta: PKS Soroti Bahaya Bullying di Dunia Pendidikan
Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzammil Yusuf, memberikan tanggapan mendalam terkait peristiwa ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta Utara. Insiden yang diduga melibatkan seorang siswa ini dinilainya sebagai peringatan keras bagi dunia pendidikan.
Polisi masih menyelidiki motif di balik ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11) tersebut. Namun, sejumlah keterangan saksi mata dari siswa mengarah pada dugaan bahwa pelaku didorong oleh rasa dendam karena kerap menjadi korban perundungan atau bullying.
Peringatan Keras Bahaya Bullying di Sekolah
Al Muzammil Yusuf menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi bahan refleksi bersama. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari praktik-praktik bullying.
"Terkait dengan kasus SMA 72, ini adalah PR kita ya, bagaimana dunia pendidikan harus menjauhkan diri dari praktik-praktik bullying," ujar Al Muzammil di Jakarta, Senin (10/11).
Ia mengingatkan bahwa korban bullying seringkali membawa beban masalah lain dalam hidupnya. "Yang kita bully itu enggak tahu kita ternyata orang yang sedang susah di rumahnya, ada masalah dengan keluarganya," tambahnya.
Pendidikan Karakter Sesuai Amanat UUD 1945
Lebih lanjut, Al Muzammil mengangkat amanat Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945, khususnya Pasal 31 Ayat 3, yang menitikberatkan pendidikan pada pembentukan karakter.
"Jadi kita berharap pendidikan kita Pasal 31 Ayat 3 kita sudah jelas Undang-Undang Dasar itu, misi pendidikan kita itu iman takwa, akhlak mulia, dan mencerdaskan," jelasnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar Menteri Pendidikan dan Menteri Riset Teknologi dapat mengimplementasikan amanah konstitusi tersebut dengan sungguh-sungguh. Dukungan untuk program kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi pendidikan berkarakter juga disampaikannya.
Dampak Ledakan dan Temuan di Lokasi
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara ini mengakibatkan puluhan siswa mengalami luka-luka. Kondisi terduga pelaku sendiri dilaporkan termasuk yang paling parah.
Dari investigasi sementara, ditemukan tujuh alat peledak di lokasi kejadian. Empat di antaranya berhasil diamankan karena tidak meledak. Salah satu ledakan disebutkan terjadi di dalam masjid sekolah yang pada saat itu berisi siswa yang hendak menunaikan salat Jumat.
Kasus ledakan di sekolah ini menyisakan duka dan menjadi bahan evaluasi mendesak bagi semua pihak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Gaza dan Bahas Perjanjian Dagang dengan AS di Washington
Truk Tangki Tiner Terbakar di Tol Cipali, Lalu Lintas Macet 7 Kilometer
Presiden Prabowo Tiba di AS, Fokuskan Kunjungan pada Perdagangan dan Perdamaian Gaza
Penjual Pinang di Yahukimo Ditikam Diduga Anggota KKB