Mengenang Perjuangan H. Suripto SH: Tokoh Intelijen dan Pejuang Kemanusiaan
Pada tanggal 6 November 2025, dunia kehilangan salah satu tokoh nasional yang berpengaruh, H. Suripto SH atau yang akrab disapa Pak Ripto. Beliau menghembuskan napas terakhir di usia 89 tahun setelah dirawat intensif selama lebih dari empat minggu. Pak Ripto dikenal sebagai sosok pemikir, tokoh intelijen, dan pendiri Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) yang tak kenal lelah memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Dedikasi Sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Sepanjang hidupnya, Pak Ripto menjadi sosok yang dihormati oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh nasional, aktivis, buruh, hingga mahasiswa. Beliau konsisten menjalankan prinsip amar makruf nahyi munkar dengan terlibat dalam berbagai diskusi publik, seminar, dan aksi demonstrasi. Kehadirannya sering menjadi pengarah dan inspirasi bagi gerakan-gerakan sosial yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Kontribusi dalam Advokasi Isu Strategis Nasional
Pak Ripto aktif dalam mengadvokasi isu-isu strategis negara, termasuk penolakan penjualan saham Indosat pada tahun 2003. Beliau juga turut serta dalam kampanye pengelolaan Blok Cepu, Blok Rokan, dan Blok Mahakam oleh Pertamina. Selain itu, Pak Ripto terlibat dalam penulisan buku "Skandal BLBI: Ramai-ramai Merampok Negara" yang menjadi rujukan penting dalam mengungkap praktik korupsi di Indonesia.
Peran dalam Gerakan Petisi-100
Pada masa pemerintahan Jokowi, Pak Ripto menjadi salah satu penggagas Gerakan Petisi-100 yang menuntut pemakzulan presiden karena dianggap melanggar konstitusi. Petisi ini dibacakan di Gedung MPR RI pada 23 Juli 2023 dan menjadi simbol perlawanan terhadap praktik oligarki yang merugikan negara.
Kritik Terhadap State-Corporate Crime dan Pengaruh Asing
Pak Ripto kerap menyoroti praktik state-corporate crime (SCC) yang melibatkan kolusi antara pengusaha dan pejabat negara. Beliau mengkritik keras keberadaan "negara dalam negara" seperti yang terjadi di kawasan PIK-2 Banten dan Rempang Kepulauan Riau. Selain itu, Pak Ripto juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pengaruh asing, khususnya China, dalam kebijakan strategis Indonesia.
Semangat Perjuangan Hingga Detik Terakhir
Meski telah berusia lanjut, Pak Ripto tetap aktif menghadiri aksi demonstrasi, termasuk aksi menentang PIK-2 di Banten. Beliau sering mengibaratkan perjuangannya dengan perjuangan Jenderal Sudirman yang tetap memimpin gerilya meski dalam kondisi sakit. Pada 2 September 2025, Pak Ripto masih menyampaikan orasi yang menyerukan perlawanan terhadap pelaku SCC dan oligarki.
Warisan Nilai Perjuangan dan Keteladanan
Pak Ripto meninggalkan warisan nilai-nilai perjuangan, konsistensi, dan ketulusan yang patut diteladani. Meski kini telah tiada, semangatnya untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran tetap hidup dalam hati para aktivis, mahasiswa, dan seluruh rakyat Indonesia. Selamat jalan, Pak Ripto, pahlawan tanpa tanda jasa.
Ditulis dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025.
Artikel Terkait
Pemerintah Rilis Jadwal Lengkap TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi