Ledakan SMAN 72: Densus 88 Temukan 7 Bahan Peledak dan Keterkaitan Ekstremisme

- Senin, 10 November 2025 | 09:18 WIB
Ledakan SMAN 72: Densus 88 Temukan 7 Bahan Peledak dan Keterkaitan Ekstremisme

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Densus 88 Ungkap 7 Bahan Peledak dan Keterpautan Ekstremisme

Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror Polri turut melakukan pendalaman terhadap kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Fakta terungkap bahwa terduga pelaku diduga menyiapkan tujuh bahan peledak, di mana hanya tiga di antaranya yang berhasil meledak.

Densus 88: Pelaku Ledakan SMAN 72 Tidak Terkait Jaringan Terorisme

AKBP Mayndra Eka Wardhana, Direktur Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, menyatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta tidak memiliki koneksi dengan jaringan terorisme yang terorganisir.

"Sampai dengan saat ini belum ditemukan adanya pengaruh jaringan teror kepada pelaku," jelas Eka.

Diduga Terpapar Paham Ekstremis dari Senjata Mainan

Menanggapi temuan senjata mainan yang bertuliskan nama-nama pelaku kekerasan dan simbol tertentu, pihak Densus 88 menduga kuat pelaku terpapar oleh paham ekstremis. Eka Wardhana membenarkan dugaan tersebut namun menyerahkan analisa mendalam kepada para pakar.

"Ya, sepertinya seperti itu. Akan tetapi kalau mau mengutip terkait inspirasi, baiknya diambil dari pernyataan pakar saja, bisa psikolog atau sosiolog," ujarnya.

Kondisi Terduga Pelaku Ledakan Kini Stabil

Terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta saat ini telah dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Meskipun kondisinya dilaporkan sudah stabil, pemeriksaan intensif belum dapat dilakukan oleh pihak berwajib.

Sebelumnya, dalam proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas menemukan barang bukti berupa senjata mainan yang memuat tulisan simbol dan nama yang diduga berkaitan dengan paham Neo-Nazi dan ideologi kekerasan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar