Pertempuran ini dipicu kedatangan pasukan Sekutu (Inggris) lewat NICA di Surabaya tanggal 25 Oktober 1945. Misi awal mereka adalah melucuti senjata Jepang dan memulihkan keadaan. Ketegangan memuncak setelah insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato dan tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby pada 31 Oktober 1945.
Kronologi Pertempuran Surabaya
- Akhir Oktober 1945: Bentrokan bersenjata antara pemuda Indonesia dan pasukan Inggris mulai terjadi.
- 31 Oktober 1945: Brigjen Mallaby tewas, memicu kemarahan pihak Sekutu.
- 9 November 1945: Ultimatum Sekutu agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata diabaikan.
- 10 November 1945: Inggris melancarkan serangan besar-besaran dari darat, laut, dan udara.
Tokoh dan Perlawanan Rakyat Surabaya
Meski kalah persenjataan, rakyat Surabaya di bawah pimpinan Bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Mayjen Sungkono melakukan perlawanan sengit. Siaran radio Bung Tomo berhasil memompa semangat "merdeka atau mati". Pertempuran berlangsung sekitar tiga minggu, menewaskan puluhan ribu pejuang Indonesia dan menghancurkan sebagian kota.
Dampak dan Makna Pertempuran Surabaya
- Menguatkan Nasionalisme: Memperkuat persatuan dan semangat juang rakyat Indonesia.
- Dukungan Internasional: Menarik perhatian dunia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
- Hari Pahlawan: Ditetapkan oleh Presiden Soekarno untuk mengenang peristiwa heroik ini.
Pertempuran Surabaya menjadi simbol keberanian bangsa Indonesia dan bukti bahwa kemerdekaan adalah harga mati. Semangat dan perjuangan arek-arek Suroboyo yang digerakkan oleh pekikan takbir Bung Tomo tetap dikenang sepanjang masa.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS