Zohran Mamdani Agama: Apakah Dia Syiah? Fakta dan Klarifikasi
Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki
Banyak pertanyaan muncul tentang agama dan keyakinan Zohran Mamdani. Salah satu yang paling viral adalah apakah Zohran Mamdani seorang penganut Syiah? Banyak yang mengambil kesimpulan hanya dari gossip viral atau catatan di media online seperti Wikipedia, tanpa klarifikasi langsung.
Sebagai orang yang mengenalnya, saya ingin memberikan klarifikasi berdasarkan fakta dan pengamatan langsung.
Profil dan Latar Belakang Keislaman Zohran Mamdani
Zohran Mamdani adalah seorang Muslim yang mengikuti agama dan keyakinan ayahnya, Mahmoud Mamdani, seorang profesor di Columbia University. Dari pihak ayahnya, Zohran tumbuh sebagai Muslim dan banyak belajar Islam dari kakek dan neneknya.
Muslim Amerika dan Perspektif Sunni-Syiah
Mayoritas Muslim di Amerika tidak lagi terikat dengan label partisan sempit seperti Sunni-Syiah atau Salafi-Sufi. Bagi mereka, keyakinan pada "laa ilaaha illallah-Muhammad Rasulullah" sudah cukup, dan selebihnya adalah tanggung jawab individu di hadapan Tuhan.
Generasi muda Muslim Amerika, termasuk Zohran, lebih fokus pada kesatuan umat (innamal mukminuna ikhwah) dan merasa terganggu dengan sikap sektarian yang memecah-belah.
Keterlibatan Zohran Mamdani dalam Shalat dan Aktivitas Muslim
Saya menyaksikan sendiri bahwa Zohran shalat di masjid kami dengan cara yang sama seperti jamaah lainnya. Jika dia seorang Syiah, tentu akan terlihat perbedaan dalam caranya shalat. Namun, dalam beberapa kesempatan, dia shalat sebagaimana umumnya Muslim Sunni.
Klarifikasi tentang Label Syiah
Zohran sendiri tidak pernah melabeli dirinya sebagai Syiah. Saya menantang siapa pun yang memiliki bukti video atau pernyataan langsung darinya yang menyatakan "saya Syiah" untuk menunjukkannya. Informasi di Wikipedia seringkali berasal dari sumber yang tidak kredibel dan tidak diverifikasi.
Pandangan tentang Dukungan terhadap Kemanusiaan dan Keadilan
Muslim Amerika lebih mengedepankan nilai-nilai universal seperti perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan. Label Sunni atau Syiah tidak menjadi pertimbangan utama ketika membela kemanusiaan, seperti isu Palestina.
Jika seorang Syiah membela kemanusiaan di Gaza, maka relasi dengan mereka menjadi bernilai. Sebaliknya, jika seorang Sunni berkolaborasi dengan Zionis, maka saya akan menentangnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan langsung, Zohran Mamdani adalah seorang Muslim yang tidak terikat dengan label Sunni atau Syiah. Fokusnya adalah pada persatuan umat dan pembelaan terhadap kemanusiaan serta keadilan.
Jamaica Hills, 8 November 2025
Shamsi Ali Al-Nuyorki, A Proud New Yorker.
Artikel Terkait
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi