Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Sawah Baru untuk Swasembada Pangan

- Minggu, 09 November 2025 | 15:00 WIB
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Sawah Baru untuk Swasembada Pangan
Kementan Perluas Pembukaan Lahan Sawah Baru Hingga 3 Juta Hektar - Surabaya

Kementan Perluas Program Pembukaan Lahan Sawah Baru, Target Capai 3 Juta Hektar

SURABAYA, MURIANETWORK.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan perluasan rencana strategis pembukaan lahan sawah baru di Indonesia. Program ini tidak lagi hanya berfokus di Papua, tetapi telah diperluas ke sejumlah provinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa total lahan pertanian baru yang akan dibuka berpotensi mencapai tiga juta hektare jika seluruh rencana di berbagai wilayah tersebut berjalan dengan lancar.

"Rencana satu juta hektare itu bukan hanya di Papua, tetapi juga di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan totalnya bisa mencapai tiga juta hektare," tegas Amran usai mengikuti Sarasehan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada Minggu (9/11).

Dukung Swasembada Pangan Nasional

Pembukaan lahan sawah skala besar ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam upaya mewujudkan kembali swasembada pangan nasional. Untuk mendukung program ambisius ini, Kementan menekankan pentingnya dukungan teknologi modern di sektor pertanian.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementan berencana untuk menjalin kolaborasi dengan ITS guna mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian. Mentan Amran menjelaskan bahwa jika Institut Pertanian Bogor (IPB) unggul dalam pengembangan bibit dan benih, maka ITS diharapkan dapat memperkuat aspek teknologi mekanisasi pertanian modern.

"Teknologi ini sangat penting karena terbukti dapat menurunkan biaya produksi pertanian hingga 60 persen," ungkap Amran.

Transformasi Menuju Pertanian Modern

Menurut Amran, transformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dan menjadi negara maju. Mekanisasi pertanian dinilai dapat diterapkan secara menyeluruh, mulai dari tahap pengolahan tanah, sistem irigasi, hingga pada proses panen.

"Semua proses harus menggunakan teknologi modern. Kami akan berkolaborasi dengan ITS untuk mendukung hal itu," pungkas Menteri Amran menegaskan komitmennya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar