Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementan berencana untuk menjalin kolaborasi dengan ITS guna mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian. Mentan Amran menjelaskan bahwa jika Institut Pertanian Bogor (IPB) unggul dalam pengembangan bibit dan benih, maka ITS diharapkan dapat memperkuat aspek teknologi mekanisasi pertanian modern.
"Teknologi ini sangat penting karena terbukti dapat menurunkan biaya produksi pertanian hingga 60 persen," ungkap Amran.
Transformasi Menuju Pertanian Modern
Menurut Amran, transformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dan menjadi negara maju. Mekanisasi pertanian dinilai dapat diterapkan secara menyeluruh, mulai dari tahap pengolahan tanah, sistem irigasi, hingga pada proses panen.
"Semua proses harus menggunakan teknologi modern. Kami akan berkolaborasi dengan ITS untuk mendukung hal itu," pungkas Menteri Amran menegaskan komitmennya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun