Warung tempat ayahnya bekerja biasa menjual menu rumahan seperti lontong sayur dan nasi uduk. Mereka berjualan menggunakan etalase di depan sebuah Alfamart. Ayah dan anak tersebut tinggal di sebuah kamar di rumah yang merupakan milik bos sang ayah, yang disediakan sebagai mess bagi pegawainya.
Keluarga siswa pelaku ledakan masjid sekolah ini berasal dari Banyumas. Sebelum pindah ke Cilincing, mereka pernah tinggal di Komando Daerah Maritim (Kodamar). Siswa tersebut adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya tinggal di rumah yang sama, sementara adiknya tinggal di Jawa bersama neneknya.
Reaksi keluarga terhadap kasus ini adalah keterkejutan yang mendalam. Seorang sepupu siswa mengaku sangat kaget dan tidak menyangka bahwa kerabatnya bisa terlibat dalam insiden ledakan di masjid sekolah tersebut.
Artikel Terkait
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan
PSSI Tegaskan Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sah Secara Hukum
LavAni Tundukkan Garuda Jaya 3-0 di Final Four Proliga Surabaya