“Penghargaan ini bukan sekadar rekognisi atas pencapaian saya pribadi, melainkan pengakuan terhadap kinerja seluruh civitas akademika FEM dan IPB secara umum. Tanpa dukungan penuh Rektor dan pimpinan IPB, mustahil FEM bisa berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Irfan menjelaskan bahwa penghargaan ini membuka peluang kerjasama internasional yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan visi IPB University untuk memimpin kerjasama antar universitas di kawasan Selatan-Selatan, termasuk dengan perguruan tinggi di Eropa Timur, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
“Kami bertekad membangun ekosistem kerjasama yang lebih kuat. Beberapa inovasi IPB, seperti Model CIBEST sebagai alat ukur kemiskinan dan kesejahteraan, telah mulai digunakan secara masif di Malaysia dan beberapa negara di Afrika Barat,” tandasnya, menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan