Awalnya, Muhamad mendapat informasi tentang ledakan di sekolah dari wali kelas adiknya. Ia sempat diberitahu bahwa ledakan berasal dari sound system.
"Namun, ketika saya cek di rumah, ada banyak darah di lantai. Saya pun curiga dan bertanya lebih lanjut ke wali kelasnya. Akhirnya dijelaskan bahwa ini bukan ledakan sound system, melainkan ada bom," ungkapnya.
Setelah menerima informasi tersebut, Muhamad segera bergegas menuju rumah sakit. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kondisi adiknya kini sudah menunjukkan perbaikan.
"Saya langsung buru-buru ke rumah sakit karena panik, takut terjadi sesuatu pada adik saya. Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah lumayan membaik," pungkas Muhamad.
Ledakan terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading saat para siswa sedang berkumpul untuk salat Jumat pada Jumat (7/11). Terduga pelaku ledakan disebut berasal dari lingkungan sekolah dan saat ini masih menjalani perawatan akibat luka berat yang dideritanya.
Korban ledakan segera dievakuasi ke dua rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Cempaka Putih dan RS Yarsi. Dilaporkan setidaknya ada 7 korban yang harus menjalani operasi akibat insiden ini.
Artikel Terkait
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK