Ledakan SMAN 72 Jakarta: Fakta Korban, Motif Bullying, dan Keterkaitan Neo-Nazi

- Sabtu, 08 November 2025 | 06:36 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Fakta Korban, Motif Bullying, dan Keterkaitan Neo-Nazi
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Fakta, Korban, Motif Pelaku, dan Keterkaitan Neo-Nazi

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi, Jumlah Korban, dan Motif Neo-Nazi

Sebuah ledakan mengguncang SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang. Insiden ini terjadi saat para siswa sedang menunaikan ibadah Salat Jumat di masjid sekolah. Akibatnya, puluhan siswa mengalami luka-luka, dengan mayoritas menderita luka bakar dan gangguan pendengaran.

Korban Ledakan SMAN 72: 33 Masih Dirawat, 21 Dipulangkan

Berdasarkan data terbaru dari Polda Metro Jaya, dari total 54 siswa yang menjadi korban ledakan, 21 orang telah dipulangkan dari rumah sakit. Sementara itu, 33 korban masih harus menjalani perawatan medis intensif. Sebanyak 27 korban dirawat di RS Islam Jakarta dan 6 orang lainnya di RS Yarsi.

Kondisi Korban di RS Yarsi: Luka Perut dan Gangguan Pendengaran

Di RS Yarsi, Cempaka Putih, tujuh korban menjalani perawatan. Satu korban mengalami luka berat di bagian perut dan harus menjalani operasi darurat. Enam korban lainnya mengalami gangguan pendengaran akibat trauma ledakan dan masih dalam masa observasi intensif oleh tim trauma-center rumah sakit.

Profil Pelaku Ledakan SMAN 72: Diduga Korban Bullying

Seorang siswa SMAN 72 memberikan kesaksian bahwa pelaku ledakan diduga adalah siswa kelas 12 yang kerap menjadi korban perundungan (bullying). Motif balas dendam diduga kuat menjadi latar belakang aksi ini. Saat ini, terduga pelaku juga sedang menjalani perawatan medis.

Senjata Mainan dan Tulisan Neo-Nazi yang Ditemukan

Polisi menemukan senjata mainan di lokasi kejadian. Yang mengejutkan, pada senjata mainan tersebut terdapat sejumlah tulisan yang dikaitkan dengan paham ekstrem Neo-Nazi dan nama-nama pelaku teror internasional. Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, telah memastikan bahwa senjata tersebut adalah mainan, bukan senjata api sungguhan.

Mendalami Motif: Tulisan Neo-Nazi di Senjata Mainan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mendalami tulisan-tulisan pada senjata mainan tersebut. Tulisan yang ditemukan antara lain:

  • "14 Words": Sebuah slogan rasis yang diciptakan oleh teroris Amerika, David Lane, yang berarti "Kita harus mengamankan keberadaan orang-orang kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih."
  • Nama Brenton Tarrant: Pelaku penembakan masjid Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 yang menganut paham supremasi kulit putih.
  • Nama Alexandre Bissonnette: Pelaku penembakan di sebuah masjid di Quebec, Kanada, pada 2017 yang mendukung gerakan ekstrem kanan.
  • Nama Luca Traini: Pria Italia yang menembaki imigran kulit hitam pada 2018 dan diketahui menyimpan barang-barang berbau Nazi.

Temuan ini menambah kompleksitas penyelidikan, dengan menggabungkan dugaan motif balas dendam akibat bullying dengan indikasi terpengaruhnya pelaku oleh ideologi ekstrem sayap kanan.

Kapolri: Pelaku Masih Dioperasi, Motif Masih Didalami

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta masih hidup dan sedang menjalani operasi. Hal ini membuat penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap motif pasti di balik aksinya. Polisi juga masih mendalami informasi bahwa pelaku merupakan korban bullying.

Kabar Baik: Tidak Ada Korban Meninggal Dunia

Meski puluhan orang terluka, Kapolri menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta ini. Seluruh korban yang luka-luka telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar