Universitas Terbuka Jadi Tuan Rumah AFSL 2025, Wadah Pemuda ASEAN Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan
Universitas Terbuka (UT) mengukuhkan perannya dalam isu global dengan menjadi tuan rumah ASEAN Future Sustainable Leader (AFSL) 2025. Sebagai Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh terbesar di Indonesia, UT menyelenggarakan acara tahunan yang digagas ASEAN Accounting Education Workgroup (AAEW) ini untuk mendukung terciptanya masa depan berkelanjutan di kawasan regional.
Komitmen UT dan ASEAN dalam Membangun Pemimpin Masa Depan
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa AFSL 2025 merupakan wujud nyata komitmen ASEAN dalam menanggapi tantangan global seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan pemulihan ekonomi inklusif. "Melalui program ini, para pemuda akan dilatih untuk menjadi agen perubahan," ungkapnya dalam sambutan pembukaan acara.
Tema dan Fokus AFSL 2025
Mengusung tema "Empowering ASEAN Youth for a Sustainable Future: Innovation, Collaboration, and Community Action", AFSL 2025 menekankan pentingnya peran generasi muda bagi kemajuan regional. Acara yang berlangsung pada 7-8 November 2025 ini diikuti lebih dari 800 peserta dari 650 pemuda ASEAN, akademisi, pembuat kebijakan, dan pemimpin komunitas secara hybrid.
Empat Agenda Utama AFSL 2025
Beberapa agenda penting dalam acara ini meliputi:
- Seminar Internasional "Connecting Innovation Across ASEAN"
- Kompetisi AFSL "Next-Gen ASEAN Sustainability Leaders"
- Program Pengabdian Masyarakat tingkat internasional dan Pertukaran Budaya
- Pertemuan ke-18 ASEAN Accounting Education Workgroup (AAEW)
Kompetisi AFSL 2025 dan Partisipasi Internasional
Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., Dekan FEB UT, mengungkapkan bahwa AFSL Competition 2025 diikuti tujuh negara dengan peserta dari kategori junior (SMA) dan senior (mahasiswa). Empat negara berhasil masuk final dengan presentasi proyek keberlanjutan, termasuk perwakilan Indonesia. Dewan juri berasal dari institusi ternama seperti Singapore Institute of Technology, Far Eastern University Filipina, Tunku Abdul Rahman University Malaysia, dan Universitas Terbuka.
Dampak dan Harapan AFSL 2025
Sebagai tuan rumah, UT memastikan AFSL 2025 menjadi ajang kolaborasi lintas batas untuk mewujudkan ASEAN yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Keunikan UT sebagai PTTJJ terbesar memungkinkan jangkauan peserta yang luas, menjadikannya wadah ideal untuk menghubungkan pemuda, akademisi, dan komunitas lintas negara dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global.
Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman lintas budaya, solidaritas antarbangsa ASEAN, serta mengembangkan kerja sama akademik melalui pengembangan kurikulum, riset bersama, dan pertukaran pelajar dan dosen. Puncak kegiatan akan ditandai dengan malam penganugerahan dan pertunjukan budaya ASEAN yang merayakan semangat persatuan dan kreativitas generasi muda.
Artikel Terkait
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan
Kecelakaan Beruntun di Tol Surabaya-Gempol Diduga Akibat Hilang Konsentrasi
Gerindra Minta Maaf dan Copot Atribut HUT Usai Kritik Masyarakat
Prabowo Serukan Persatuan Nasional di Munajat MUI Istiqlal