Lukisan "Terbelenggu" Dinda Mulya Syifa Soroti Makna Rumah di Commvaganza 9.0 Bandar Lampung
Karya lukisan berjudul "Terbelenggu" karya Dinda Mulya Syifa berhasil menyita perhatian pengunjung dalam pameran seni Art Exhibition Commvaganza 9.0 di Bandar Lampung. Lukisan ini merefleksikan perasaan terbelenggu oleh pikiran sendiri yang menghambat kebebasan diri.
Makna Filosofis di Balik Lukisan Terbelenggu
Dinda Mulya Syifa mengungkapkan bahwa lukisan "Terbelenggu" terinspirasi dari pengalaman pribadi tentang pikiran yang membatasi kebebasan. "Di sini diri aku terbelenggu dengan pikiranku sendiri, dengan pikiran yang sebenarnya itu tidak benar," ujar seniman muda berbakat ini.
Konsep rumah dalam lukisan ini digambarkan bukan sekadar tempat tinggal fisik, melainkan ruang mental dimana seseorang bisa terbebaskan atau justru terpenjara oleh pikirannya sendiri.
Simbolisme dalam Karya Terbelenggu
Lukisan ini menampilkan sosok perempuan termenung di tengah ruangan yang melambangkan jiwa yang dikepung rasa takut dan penilaian orang lain. Dinding-dinding digambarkan memiliki mata yang menghakimi, sementara jendela terbuka dan tangan yang terulur dari luar memberikan simbol harapan dan peluang untuk meraih kebebasan.
"Rumah menurut aku bukan hanya tempat menjadi diri sendiri apa adanya, tapi juga tempat untuk berbagi dengan orang lain, dan berbagi dengan diri kita sendiri," jelas Dinda mengenai filosofi karyanya.
Commvaganza 9.0 dan Tema "Ternyata Rumah"
Pameran Commvaganza 9.0 mengangkat tema "Ternyata Rumah" yang berhasil menyentuh sisi emosional pengunjung. Menurut Dinda, tema tahun ini terasa lebih dekat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Agies Putra Mahendra, Ketua Pelaksana Commvaganza 9.0, menjelaskan bahwa pameran ini mengajak pengunjung memahami makna rumah dari perspektif yang lebih luas. "Kita ingin menyampaikan bahwa rumah itu bukan sekadar bangunan. Rumah bisa berarti teman, keluarga, atau pasangan tempat di mana kita merasa diterima," jelas Agies.
Pameran seni Commvaganza 9.0 di Bandar Lampung ini menekankan sisi emosional dan kedalaman makna, mengajak setiap orang untuk merefleksikan arti pulang dan rasa aman dalam kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Persatuan Nasional dan Perubahan Diri di Pengukuhan MUI
PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy 2026, Ajang Desain Fesyen untuk Rawat Warisan Ideologis
Gibran Apresiasi Konsistensi Yusril Ihza Mahendra, Luncurkan 8 Buku Pencatatan 70 Tahun Perjalanan
Imam Masjid di Bone Jadi Korban Pencurian Gabah, Pelaku Terekam CCTV