Budi Arie Setiadi Beralih Dukung Prabowo, PDIP Sebut Motif Kasus Hukum
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, membuat kejutan dengan mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto dan bergabung dengan Partai Gerindra. Langkah ini menandai pergeseran politik signifikan dari organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai garda terdepan pendukung Joko Widodo (Jokowi).
Perubahan Arah Dukungan Projo
Dalam Kongres ke-3 Projo di Jakarta, Budi Arie mengumumkan perubahan logo organisasi yang sebelumnya menampilkan siluet Jokowi. Pernyataan "Projo bukan pro Jokowi" semakin menguatkan perubahan haluan politik ini, padahal selama dua periode pemerintahan Jokowi (2014-2024), Budi Arie dikenal sebagai pendukung paling vokal.
Analisis PDIP: Perlindungan Hukum dan Politik
Politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyoroti kemungkinan motif di balik perpindahan ini. Menurutnya, langkah Budi Arie terkait erat dengan kekhawatiran terhadap kasus judi online (judol) yang masih membayanginya.
"Status Budi Arie di kepolisian terkait judi online masih panas. Satu langkah saja keliru, dia pasti tersangka," ungkap Ferdinand dalam tayangan Kompas TV.
Artikel Terkait
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum