Pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden kala itu memang memicu polemik. Usianya yang dinilai belum memenuhi batas layak dicalonkan menjadi perdebatan publik. Banyak yang menilai Jokowi memaksakan pencalonan Gibran demi melanggengkan pengaruh dan kekuasaannya. Meski begitu, pengaruh Jokowi dikabarkan mulai meredup belakangan ini.
Isu ini semakin panas dengan adanya wacana bahwa pemerintahan Prabowo Subianto sedang melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa peninggalan Jokowi. Hal ini menambah spekulasi tentang hubungan politik antara kedua tokoh tersebut.
Rocky Gerung menutup analisinya dengan sindiran tajam. Ia menyebut Jokowi berada dalam "dinasti in optima forma", yang menggambarkan Jokowi sebagai figur paling ambisius dalam melanggengkan kekuasaan keluarga di Indonesia.
Artikel Terkait
TNI Mutasi 35 Perwira, Mayjen Lucky Avianto Pimpin Kogabwilhan III
Raphinha dan Vinicius Jr Kompak di Pemusatan Latihan Timnas Brasil
Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool Lewat Surat Terbuka yang Haru