Projo Beralih Dukungan ke Prabowo: Fakta, Alasan, dan Dampak Politiknya

- Senin, 03 November 2025 | 06:40 WIB
Projo Beralih Dukungan ke Prabowo: Fakta, Alasan, dan Dampak Politiknya

Projo Berubah Haluan: Dari Pro Jokowi ke Prabowo, Ini Fakta Lengkapnya

Relawan Projo secara resmi mengubah haluan politiknya. Organisasi yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Jokowi kini mendeklarasikan diri bukan lagi singkatan dari Pro Jokowi, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "negeri" atau "rakyat".

Perubahan Misterius Logo dan Makna Projo

Dalam Kongres ke-3 Projo, Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Projo bukanlah singkatan dari Pro Jokowi. Dia menjelaskan bahwa Projo berasal dari bahasa Sanskerta atau Jawa Kawi yang artinya negeri atau rakyat. Perubahan ini juga diikuti dengan penghapusan wajah Jokowi dari logo Projo dengan alasan menghindari kultus individu.

Kehadiran Penting dari Partai Gerindra

Yang mencolok dari kongres tersebut adalah kehadiran Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Sebaliknya, Jokowi dan Wapres Gibran justru absen dari acara tersebut. Budi Arie secara terbuka menyatakan akan bergabung dengan Partai Gerindra, mengikuti permintaan langsung dari Prabowo Subianto.

Strategi Politik Baru Projo

Perubahan haluan Projo menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara Jokowi dan organisasi relawan yang selama ini menjadi pendukung utamanya. Beberapa analisis menunjukkan bahwa pergeseran ini mungkin disebabkan oleh ketidakpuasan Projo terhadap peran politik mereka di masa depan, terutama mengingat Jokowi lebih memilih fokus pada PSI yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Implikasi Hubungan Jokowi-Prabowo

Perubahan haluan Projo ini dianggap sebagai indikator nyata adanya perbedaan jalan politik antara Jokowi dan Prabowo. Meskipun kedua tokoh ini masih menunjukkan hubungan yang harmonis secara publik, keputusan Projo untuk beralih dukungan ke Gerindra menunjukkan dinamika politik yang lebih kompleks di balik layar.

Masa Depan Projo Pasca-Jokowi

Dengan perubahan haluan ini, Projo berusaha memposisikan diri sebagai organisasi independen yang tidak bergantung pada figur Jokowi. Keputusan bergabung dengan Gerindra dipandang sebagai strategi untuk memastikan kelangsungan organisasi dan pengaruh politiknya di era pemerintahan Prabowo-Gibran.

Komentar