Raja Paku Buwono XIII Wafat di Usia 77: Figur Bersahaja Penjaga Adat Jawa

- Minggu, 02 November 2025 | 15:25 WIB
Raja Paku Buwono XIII Wafat di Usia 77: Figur Bersahaja Penjaga Adat Jawa

Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat: Figur Bersahaja Penjaga Adat Jawa

Kabar duka datang dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raja Paku Buwono XIII Hangabehi meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025, pukul 07.00 WIB di RS Indriati Solo Baru dalam usia 77 tahun.

Konfirmasi Kabar Duka dari Keluarga Keraton

Kanjeng Pangeran Aryo Henry Indraguna Pradatanega, kerabat dekat keraton, mengonfirmasi kabar duka ini melalui istri KGPH Adipati Dipokusumo, Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusumo. "Sinuhun Paku Buwono XIII telah meninggal dunia karena sakit yang diderita," ujarnya.

Proses Pemakaman Sesuai Adat Keraton Surakarta

Proses pemakaman almarhum Raja Paku Buwono XIII akan dilaksanakan sesuai dengan tata cara adat Keraton Surakarta. Hal ini menjadi perhatian banyak pihak yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Sifat dan Warisan Paku Buwono XIII

PB XIII dikenal sebagai raja yang tenang, bersahaja, dan berkomitmen kuat menjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta. Menurut Henry, warisan terbesar PB XIII di Solo adalah kesederhanaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui gaya hidup sederhana.

Perjalanan Kepemimpinan Paku Buwono XIII

PB XIII naik takhta pada 10 September 2004, menggantikan ayahnya, Paku Buwono XII. Selama kepemimpinannya, ia berhasil menyatukan kembali takhta setelah konflik dualisme kepemimpinan dan memainkan peran sentral di era modern keraton.

Kontribusi dalam Pendidikan Antikorupsi

Henry yang berlatar belakang hukum mengungkapkan komitmen PB XIII dalam pendidikan antikorupsi holistik. Raja mengintegrasikan pengetahuan kognitif, sikap afektif dari cerita leluhur, dan praktik psikomotorik melalui kegiatan seperti Pekan Budaya Solo.

"Kami sangat bersedih dan berdoa semoga Sinuhun Paku Buwono XIII mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutup Henry.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar