Rabu dini hari kemarin, tepatnya mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, layanan tiket online KAI sempat tak bisa diakses. Jangan khawatir, ini bukan gangguan mendadak. PT Kereta Api Indonesia (Persero) sengaja melakukan migrasi dan penguatan besar-besaran pada sistem pemesanan tiketing mereka, atau yang disebut Rail Ticketing System (RTS).
Menurut Tohari, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, langkah ini penting banget. Tujuannya jelas: memastikan semua kanal pemesanan, mulai dari aplikasi Access by KAI sampai mitra penjualan lain, siap menghadapi badai lonjakan transaksi.
“Kami melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern agar seluruh kanal pemesanan, baik aplikasi Access by KAI maupun mitra penjualan lainnya memiliki kemampuan menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat memesan tiket mudik dengan lebih lancar tanpa kendala teknis,” jelas Tohari.
Jadi, migrasi empat jam itu memang direncanakan matang. Selama jendela waktu tersebut, semua aktivitas online mulai dari cari kursi, bayar, sampai batalkan tiket terpaksa berhenti sejenak. Baik lewat situs web kai.id, aplikasi, maupun kanal eksternal lainnya.
Namun begitu, Tohari menegaskan satu hal yang paling krusial: keamanan data pelanggan. Semua riwayat transaksi dan informasi pribadi penumpang dipastikan aman selama proses transisi berlangsung. Mereka sudah melakukan pengujian berlapis untuk meminimalisir risiko.
Ini semua bukan tanpa alasan. Momentumnya sangat jelas: persiapan menyambut angkutan Lebaran yang sebentar lagi tiba. Dengan sistem baru yang lebih modern, KAI berharap layanan mereka jadi lebih stabil dan responsif. Jadi, ketika waktunya berburu tiket mudik nanti, prosesnya diharapkan bisa lebih mulus.
“Peningkatan sistem ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan Lebaran dengan aman dan nyaman,” kata Tohari menutup penjelasannya.
Upgrade sistem ini mencakup seluruh layanan, baik untuk Kereta Api Jarak Jauh maupun KA Lokal dan Commuter. Sekarang, tinggal tunggu saja hasilnya ketika puncak pemesanan tiket mudik benar-benar datang.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Partai Perindo Jakarta Timur Gelar Rakorda, Matangkan Struktur Jelang Verifikasi KPU 2027
IHSG Ambruk 3,38% ke 7.129, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
JPPI: 233 Kasus Kekerasan di Sekolah dan Kampus Terjadi dalam Tiga Bulan, 46 Persen di Antaranya Kekerasan Seksual
Polisi Amankan Suami di Depok Usai Istri Lapor KDRT, Korban Alami Luka Lebam