Catatan Penting: Bunuh diri bukanlah solusi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan, segera cari pertolongan dengan mengunjungi www.healing119.id.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kasus bunuh diri siswi MTsN 3 yang diduga akibat bullying harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Agus Sanusi, Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, menekankan pentingnya memperhatikan setiap keluhan yang disampaikan anak.
"Saya berharap tidak ada lagi kejadian bullying di sekolah. Semua pihak, baik di sekolah, lingkungan, maupun keluarga, harus lebih responsif dan peka terhadap apa yang dikeluhkan anak-anak kita," ujar Agus Sanusi pada Jumat (31/10).
Agus menambahkan bahwa ejekan atau candaan yang berlebihan sering kali dinormalisasi, padahal dapat melukai perasaan dan menyebabkan tekanan psikologis.
"Jangan menormalisasikan ejekan atau candaan yang berlebihan yang sifatnya membuat orang lain merasa tertekan," tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, DP3A melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Khusus Anak (PPKA) kini gencar melakukan sosialisasi bahaya bullying ke berbagai sekolah. Upaya ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perlindungan anak.
Selain itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) akan memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap siswi tersebut. Keluarga korban juga akan mendapat dukungan psikologis jika diperlukan.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu
Gibran Lesehan di Ruang Kelas yang Porak-Poranda, Dengarkan Jeritan Guru dan Siswa Korban Banjir
Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin
Hoaks di Media Sosial: Jerat Hukum Keonaran dari Zaman Merdeka hingga Era Digital