Permasalahan lain yang dihadapi adalah minimnya jumlah guru yang khusus menangani anak berkebutuhan khusus. Di sisi lain, muncul aspirasi masyarakat yang mengkhawatirkan potensi bullying terhadap anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah inklusif.
"Ada dua pesan yang saling bertolak belakang. Satu sisi masyarakat menginginkan sekolah inklusif, di sisi lain ada yang menolak karena kekhawatiran anak menjadi korban perundungan," tutur politikus Partai Gerindra tersebut.
Solusi dan Jalan Tengah Pendidikan Inklusif
Melalui forum ini, Himma meminta Kementerian Pendidikan untuk segera mencari solusi terbaik. Penting untuk menemukan jalan tengah agar anak berkebutuhan khusus tetap mendapatkan hak pendidikan berkualitas tanpa menghadapi berbagai kendala yang ada saat ini.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, diharapkan sistem pendidikan inklusif di Indonesia dapat berkembang lebih baik dan menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Menteri Pendidikan Ajak Umat Hindari Debat Kusir, Utamakan Fastabiqul Khairat
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di RSPI Pondok Indah
Prakiraan Cuaca Makassar: Cerah Berawan Pagi, Hujan Ringan Berpotensi di Dini Hari
Pemerintah Tegaskan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Platform Digital Berisiko