Ibu di Pangkalpinang Setrika Anak Kandung, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Seorang ibu rumah tangga berinisial SR (30) warga Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang, ditangkap polisi setelah diduga menyetrika anak kandungnya sendiri. Pelaku kini terancam hukuman penjara hingga 12 tahun berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Kronologi Penangkapan Pelaku Kekerasan Anak
Kasatreskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, mengonfirmasi penangkapan SR pada Rabu (29/10/2025). Tindakan ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari ayah korban yang berinisial SI.
"Proses hukum sudah berjalan dan kami telah mengamankan beberapa alat bukti terkait kasus ini," tegas AKP Singgih dalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).
Penyebab Kekerasan yang Mengejutkan
Berdasarkan investigasi polisi, kekerasan terhadap anak ini dipicu oleh persoalan sepele. Pelaku SR marah karena mendapati anaknya berbohong mengenai makanan yang rencananya akan dimasak. Korban ternyata telah menghabiskan makanan tersebut tanpa sepengetahuan ibunya.
Kondisi Korban dan Bukti Kekerasan
Korban, seorang bocah laki-laki berinisial Z (7 tahun), menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat disetrika. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RS Bhakti Timah Pangkalpinang.
Unit PPA Satreskrim Polresta Pangkalpinang telah menyita barang bukti berupa setrika berwarna putih-oranye yang digunakan dalam kejadian ini. Proses hukum diperkuat dengan pemeriksaan saksi, visum et repertum, dan keterangan ahli.
Ancaman Hukuman bagi Pelaku Kekerasan Anak
Pelaku SR dijerat dengan Pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Meski ancaman maksimal hukuman mencapai 15 tahun penjara, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menerapkan ancaman 12 tahun penjara untuk kasus kekerasan anak ini.
Artikel Terkait
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Ditembak, Polisi Ringkus Satu Komplotan di Tulang Bawang
Kelebihan Biaya Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Ditanggung Pribadi, Klaim Sekretaris Kabinet
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak