Harimau Sumatera di Lampung Barat Alami Luka Jerat, Pemeriksaan DNA Dilakukan
Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berhasil dievakuasi dari kawasan Kali Pasir, Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Satwa langka yang dilindungi ini ditemukan dalam kondisi mengalami luka jerat di dua bagian tubuhnya.
Kondisi Luka Harimau Sumatera
Menurut dokter hewan BBTNBBS, drh. Erni Suyanti, pemeriksaan awal mengungkap adanya luka terbuka pada bagian kaki dan pinggang harimau. Luka di bagian pinggang tergolong cukup dalam, sementara di kaki terlihat bekas lilitan kawat yang diduga kuat berasal dari jerat.
"Kami menemukan luka di bagian pinggang cukup dalam dan terbuka, sementara di bagian kaki tampak bekas lilitan kawat," jelas Erni Suyanti mengenai kondisi harimau sumatera yang terluka.
Penyebab Luka dan Proses Evakuasi
Luka jerat tersebut diduga terjadi sebelum harimau masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang oleh petugas BBTNBBS. Selain luka jerat, tim medis juga menemukan luka gesekan ringan yang kemungkinan muncul selama proses evakuasi satwa dari kandang jebak.
Pemeriksaan Lanjutan dan Identifikasi DNA
Tim medis sedang mempersiapkan pemeriksaan lanjutan untuk mengidentifikasi individu harimau tersebut. Pemeriksaan pola loreng dan uji DNA akan dilakukan untuk memastikan apakah harimau ini merupakan individu yang sama dengan yang pernah menyerang manusia beberapa waktu lalu.
“Dari hasil pola loreng dan uji DNA nanti bisa diketahui apakah ini individu yang sama dengan yang pernah memangsa manusia,” sebut Erni Suyanti mengenai pentingnya identifikasi harimau sumatera.
Observasi Perilaku dan Kesehatan
Tak hanya pemeriksaan fisik, pihak BBTNBBS juga melakukan observasi perilaku dan kesehatan umum harimau. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya bagi satwa yang termasuk critically endangered ini.
Harimau Sumatera tersebut sebelumnya tertangkap dalam kandang jebak di Dusun Kali Pasir pada Selasa (28/10). Meskipun mengalami luka jerat, satwa ini tampak dalam kondisi sehat berdasarkan video dokumentasi yang berhasil diperoleh.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi
31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Senjata Tajam
DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Beri Penghargaan Kartini Muda ke Desainer Muda Pelestari Wastra Nusantara