Dilarang Buka Klinik Baru! Begini Strategi Pemerintah Jamin Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:54 WIB
Dilarang Buka Klinik Baru! Begini Strategi Pemerintah Jamin Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi

Kebijakan Klinik Haji Indonesia di Arab Saudi: Larangan dan Solusi

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, menegaskan bahwa Indonesia dilarang membuka klinik baru di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah.

Jaminan Layanan Kesehatan untuk Jemaah Haji

Wachid menekankan bahwa tanggung jawab besar Kemenhaj adalah memastikan jemaah haji Indonesia yang sakit tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di rumah sakit Arab Saudi. Komisi VIII juga secara tegas melarang perawatan jemaah haji di hotel.

Penjelasan Larangan Klinik Haji Indonesia

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, memberikan klarifikasi bahwa yang dilarang adalah pembukaan klinik baru. Fasilitas kesehatan Indonesia yang sudah ada tetap diizinkan beroperasi dengan syarat bekerja sama dengan pihak Saudi.

"Pusat klinik kita tetap beroperasi, tetapi cara beroperasinya bekerja sama dengan pihak Saudi. Rumah sakit kita yang ada di Madinah dan Makkah, pos-pos klinik itu masih berjalan asalkan ada pihak Saudi. Sendiri Indonesia tidak boleh," jelas Marwan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Strategi Kemenhaj Menjamin Layanan Kesehatan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memaparkan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah membangun klinik atau pusat kesehatan tanpa izin Saudi. Sebagai solusi, Kemenhaj akan menerapkan kerja sama operasi (KSO) dengan rumah sakit di Saudi.

"KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) kita di Makkah dan klinik haji di Madinah nanti operasinya bersama rumah sakit Arab Saudi yang legal," ujar Dahnil.

Inovasi Layanan Kesehatan Haji

Kemenhaj juga merencanakan pengembangan layanan kesehatan yang lebih komprehensif:

  • Pembukaan klinik satelit di sektor-sektor hotel jemaah
  • Penyediaan unit gawat darurat mobile
  • Rekrutmen tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di rumah sakit Saudi

Prioritas Kenyamanan Jemaah Haji

Dahnil menekankan pentingnya pelayanan oleh tenaga kesehatan Indonesia mengingat preferensi jemaah yang lebih nyaman berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

"Jemaah haji kita lebih senang dilayani oleh dokter-dokter kita yang bisa berbahasa Indonesia. Kami akan melakukan penjajakan agar para dokter dan tenaga kesehatan kita juga dipekerjakan oleh rumah sakit-rumah sakit di Arab Saudi," tambahnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah menjamin bahwa jemaah haji Indonesia akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar