Bio Farma Didorong Tekan Harga Vaksin agar Lebih Terjangkau
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mendorong Bio Farma untuk memproduksi vaksin dengan harga yang lebih ekonomis. Hal ini disampaikan dalam pertemuan ke-26 Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) di Bali.
Tantangan Harga Vaksin di Pasar Global
Menurut Wamenkes Dante, salah satu tantangan utama di pasar kesehatan global adalah harga vaksin yang masih mahal. "Kalau Bio Farma bisa menekan harga lebih ekonomis maka akan menjadi salah satu kompetitor buat bisa mendunia," ujarnya.
Potensi Ekspor Vaksin Indonesia
Indonesia melalui Bio Farma telah membuktikan kemampuan memproduksi vaksin berkualitas internasional. Vaksin polio produksi Bio Farma telah diekspor ke 150 negara. WHO juga telah memberikan sertifikasi PQ WHO untuk beberapa vaksin produksi Indonesia, yang menjamin kualitas, keamanan, dan efikasi.
Respons Bio Farma tentang Harga Vaksin
Direktur Utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya, mengakui bahwa menekan harga produksi vaksin bukan hal mudah. "Contohnya untuk kanker serviks. Kita kerja sama dengan MSD. Jadi, harga yang menentukan dari MSD," jelas Shadiq.
Komitmen Bio Farma untuk Vaksin Terjangkau
Meski demikian, Bio Farma berkomitmen untuk terus berinovasi. "Kami terus melakukan improvement dari kualitas produk dan teknologi supaya bisa membuat produk yang lebih affordable," tegas Shadiq. Beberapa vaksin yang telah diproduksi termasuk vaksin Td untuk difteri-tetanus dan vaksin COVID-19.
Dengan dukungan pemerintah dan kemampuan produksi yang diakui secara internasional, Bio Farma diharapkan dapat memproduksi vaksin berkualitas dengan harga terjangkau, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti
Panglima TNI Rotasi 99 Perwira, Mayjen Benyamin Ditunjuk Jadi Jampidmil
BRIN Buka Pendaftaran Program S2-S3 Tanpa Cuti Kerja untuk 2026/2027
Prabowo Serukan Persatuan Nasional dan Perubahan Diri di Pengukuhan MUI