Waspada! Ribuan Bawang Bombai Misterius di Batam, Dinkes Ungkap 4 Bahaya Mengerikan Ini

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:48 WIB
Waspada! Ribuan Bawang Bombai Misterius di Batam, Dinkes Ungkap 4 Bahaya Mengerikan Ini

Ribuan Karung Bawang Bombai Misterius Ditemukan di Batam, Dinkes Imbau Warga Waspada

Suasana di Kavling Tering Raya, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, mendadak heboh. Warga dikejutkan oleh penemuan ribuan karung berisi bawang bombai yang berserakan di sebuah dataran curam pada hari Minggu.

Bawang-bawang ini diduga dibuang secara misterius dari sebuah truk yang tidak diketahui identitasnya. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga setempat. Banyak yang berdatangan membawa karung dan kantong plastik untuk memunguti bawang yang masih terlihat segar, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual kembali.

Peringatan Dinkes Batam Soal Bawang Bombai Misterius

Fenomena ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, secara resmi mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak sembarangan mengonsumsi bawang bombai tersebut karena asal-usulnya belum jelas.

“Selama bahan itu masih memenuhi syarat untuk dikonsumsi, tidak masalah. Tapi soal kelayakan konsumsi, itu harus dijawab oleh Dinas Ketapang,” jelas Didi.

4 Efek Samping Konsumsi Bawang Bombai Berlebihan

Didi menekankan bahwa meskipun tampak segar, mengonsumsi bawang bombai secara berlebihan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Berikut adalah empat efek samping yang perlu diwaspadai:

Pertama, gangguan pencernaan seperti perut kembung, gas, hingga refluks asam, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Kedua, munculnya bau badan dan napas tidak sedap yang disebabkan oleh senyawa sulfur dalam bawang bombai.

Ketiga, risiko iritasi lambung yang dapat memperburuk gejala maag atau gastritis.

Keempat, bawang bombai memiliki sifat alami mengencerkan darah. Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin, risikonya dapat meningkat menjadi pendarahan serius.

“Intinya, jangan konsumsi secara berlebihan, apalagi jika tidak tahu asal-usul barangnya,” tegas Didi Kusmarjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih menyelidiki asal-usul dan identitas pelaku yang membuang ribuan karung bawang tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar